Awal Tahun 2023, Sudah Ada 5 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Sumedang

Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Sumedang mencatat hingga 23 Januari ini, ada 5 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar
Wakil Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sumedang, Retno Ernawati mengatakan, P2TP2A Sumedang mencatat hingga 23 Januari ini, ada 5 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengawali bulan pertama di tahun 2023 di Sumedang.

Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sumedang mencatat hingga tanggal 23 Januari ini, sudah ada 5 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kasusnya bermacam-macam, ada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual kepada anak oleh anak, begal anak, termasuk yang baru saja terjadi di Jatinangor, pelecehan seksual kepada anak disabilitas.

"Iya, baru Januari ini kita sudah lima kasus yang telah dilaporkan dan sedang ditindak lanjuti penanganannya," kata Wakil Ketua P2TP2A Sumedang, Retno Ernawati kepada TribunJabar.id, Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Sosok Model Amalia Tambunan Jadi Korban Pelecehan di Bandung, Dipepet saat Naik Motor di Jalan

P2TP2A menangani kasus yang beragam. Di antaranya, anak disabilitas berusia 13 tahun di Kecamatan Sumedang Selatan melakukan pelecehan seksual kepada anak berusia 5 tahun.

"Jika yang di Jatinangor anak disabilitas jadi korban, ini malah jadi pelaku. Dan ini cukup berantai karena masih ada keluarga korban yang belum mau melapor," kata Retno.

Ke lokasi di mana anak-anak menjadi korban, P2TP2A telah memberangkatkan psikolog untuk mendampingi mereka.

Kasus yang yang tak kalah ragamnya adalah anak di bawah umur dibawa ayah tirinya melakukan aksi begal. Ayahnya sudah dipenjara. Namun anak tersebut kini masih menjalani sidang dan tinggal di Rumah Aman Simpati Adhyaksa.

Baca juga: Miris! Begini Kronologi Siswi SLB di Jatinangor Sumedang yang Dirudapaksa Pria Bejat

"Anak itu ngebegal bareng. Ini anak dititipkan (di Rumah Aman) sampai perisdangan selesai," kata Retno. (*)

Silakan baca berita Tribunjabar.id terbaru lainnya, klik di GoogleNews

 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved