P2TP2A Sumedang Dampingi Murid SLB Korban Rudapaksa di Jatinangor, Sekaligus Pendampingan Hukum

Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sumedang menyebut akan mendampingi murid sekolah luar biasa asal Jatinangor

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar
Wakil Ketua P2TP2A Kabupaten Sumedang, Retno Ernawati, di ruang kerjanya, Jumat (8/7/2022). P2TP2A Kabupaten Sumedang menyebut akan mendampingi murid sekolah luar biasa (SLB) asal Jatinangor yang menjadi korban pelecehan seksual. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sumedang menyebut akan mendampingi murid sekolah luar biasa (SLB) asal Jatinangor yang menjadi korban pelecehan seksual.

Pedampingan dilakukan agar korban mendapatkan penanganan yang tepat, juga pendampingan hukum.

"Yang jelas kami sudah berkoordinasi, dan segera ada tim khusus yang datang ke rumah korban," kata Wakil Ketua P2TP2A Sumedang, Retno Ernawati kepada TribunJabar.id, Sabtu (21/1/2023).

Tim khusus itu dutugaskan untuk melakukan asesment terhadap korban juga lingkungan di mana korban tinggal, yakni di Desa Hergarmanah, Kecamatan Jatinangor.

Baca juga: Bejatnya Pria Jatinangor Sumedang Ini, Tega Lecehkan Bocah Murid SLB saat Korban Sakit Pasca-operasi

Murid SLB itu adalah AP (10). Dia dilecehkan secara seksual oleh DE (38), pengemudi ojek pangkalan di Jatinangor pada Jumat (20/1/2023).

DE kepada keluarga korban mengaku telah melakukan hubungan suami-istri dengan AP sebanyak dua kali.

DE pun telah ditangkap Kepolisian Sektor Jatinangor dan kini dia mendekam di ruang tahanan Mapolres Sumedang dengan kasus ditangani oleh Unit PPA Polres Sumedang.

"Kami dampingi. Juga jika nanti korban diminta untuk menjadi saksi di persidangan, kami akan beri keluarganya konsultasi hukum," kata Retno.

P2TP2A Sumedang punya rumah aman untuk anak-anak yang menjadi korban atau menjadi pelaku pelecehan seksual.

Namun, kini rumah aman yang hanya satu rumah itu, sedang diisi oleh pelaku anak.

Baca juga: Alasan Lahirnya Perda KPJ di Sumedang, Khawatir Jatinangor Diambil Kabupaten Bandung Timur

Karena itu, AP tak bisa diberikan penanganan di tempat tersebut.

"Apalagi ini korbannya perempuan. Nanti dilihat hasil asesment," ucap Retno. (*)

Silakan baca berita Tribunjabar.id terbaru lainnya, klik di GoogleNews

 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved