Gempa Bumi di Cianjur

Seorang Anggota TNI Meninggal akibat Tertimbun saat Bersihkan Puing Terdampak Gempa Bumi Cianjur

peristiwa itu terjadi saat korban bersama puluhan prajurit lainnya melakukan proses pembersihan puing-puing bangunan rumah warga

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
Sejumlah anggota TNI saat mengevakuasi korban tertimbun di Kampung Jenggung RT 02/04 Desa Benjot, Kecamatan Cugenag, Kabupaten Cianjur, 

Laporan kontributor Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR -Seorang prajurit TNI Batalyon 312/Kala Hitam, Prada Yakis Kogoya meninggal dunia akibat tertimpa tembok rumah warga yang rusak terdampak gempa bumi di Kampung Jenggung RT 02/04 Desa Benjot, Kecamatan Cugenag, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu berawal saat korban yang tergabung dalam Satgas Bencana Alam Cianjur itu tengah melakukan pembersihan puing-puing bangunan rumah warga yang rusak terdampak gempa bumi pada Selasa (10/1/2023).

Danrem 061/SK, Brigjen Rudi Saladin mengatakan, peristiwa itu terjadi saat korban bersama puluhan prajurit lainnya melakukan proses pembersihan puing-puing bangunan rumah warga yang rusak terdampak gempa bumi Cianjur.

Baca juga: Beraksi di 14 Titik di Cianjur, 5 Maling Pembobol Minimarket Dibekuk Polisi, Satu Tewas Karena TBC

"Saat tengah melakukan proses pembersihan di salah satu rumah warga yang rusak terdampak gempa bumi Cianjur, korban bersama beberapa rekannya mencoba merobohkan tiang pondasi rumah dan tiba-tiba saja ambruk menimpa korban," kata Rabu (11/1/2023)

Jasad korban lanjut dia, langsung dievakuasi dan dibawa kamar jenazah RSUD Sayang Cianjur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Proses evakuasi korban membutuhkan waktu sekitar satu jam, karena terkendala alat. Jasadnya langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Sayang Cianjur," katanya.

Rudi menyebutkan, proses pembersihan puing-puing dan material bangunan rumah warga yang rusak berat terdampak gempa bumi saat ini terkendala minimnya alat berat sehingga sebagian dilakukan dengan cara manual.

"Jumlah alat berat yang diterjunkan sebanyak 54 unit dan ini jumlahnya masih kurang. Idealnya kita harus menyiapkan 120 unit alat berat untuk mempercepat proses pembersihan puing-puing dan material bangunan yang rusak terdampak gempa bumi Cianjur," ujarnya.

Rudi menambahkan, jenazah korban langsung dibawa ke Jakarta untuk selanjutnya diterbangkan menggunakan pesawat ke kampung halamannya di Wamena, Papua.

Baca juga: Tragedi Lagi di Cianjur, Kali Ini Korban Gempa Cianjur Tewas saat Bersihkan Puing Rumah

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved