Rabu, 29 April 2026

Keracunan MBG di Cianjur

Keracunan MBG Ternyata Sudah 2 Kali Terjadi di Cugenang Cianjur, Makanan dari Dapur yang Sama

Insiden karacunan di wilayah Kecamatan Cugenang sudah terjadi dua kali, dan tercatat ada puluhan korban dari tiga sekolah.

Tayang:
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
WAWANCARA - Kapolsek Cugenang Kompol Usep Nurdin saat diwawancarai awak media di Puskesmas Cugenang, Kabupaten Cianjur, Kamis (25/9/205). 

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pasca puluhan murid alami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) Polsek Cugenang segera memanggil dan memeriksa Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Sarampad.

Kapolsek Cugenang Kompol Usep Nurdin mengatakan, insiden karacunan di wilayah Kecamatan Cugenang sudah terjadi dua kali, dan tercatat ada puluhan korban dari tiga sekolah.

"Kasus keracunan pertama di Kecamatan Cugenang pertama terjadi pada Kamis (11/9/2025) dengan jumlah korban 36 orang terdiri dari 17 siswa SMP Budi Luhur, dan 19 murid SDN Salakawung," katanya, Kamis (25/9/2025).

Baca juga: Keracunan MBG di Cianjur, 34 Murid dan 1 Guru Alami Sakit, 1 Dirawat di Puskesmas

Sedangkan kejadian kedua, lanjut dia, terjadi pada Kamis (25/9/2025) dengan jumlah korban 30 murid asal SDN Taruna Bakti, dan seorang guru.

"Puluhan pelajar yang mengalami gejala keracunan dari tiga sekolah itu menerima MBG dari dapur yang sama, yaitu dapur SPPG Sarampad," jelasnya.

Ia mengungkapkan, dirinya akan segera memeriksa dan meminta keterangan sejumlah saksi, pihak terkait termasuk pengelola dapur atau SPPG Sarampad.

"Tadi kita di lokasi baru sempat tanya saja, nanti kita segera panggil ke Polsek untuk keterangan lebih lengkap atas insiden puluhan murid SDN Taruna Bakti yang mengalami keracunan," kata dia.

Selain itu Usep mengatakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur telah turun ke sekolah dan dapur yang menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Dinkes juga tadi sudah mengambil beberapa sampel makanan dan muntahan dari korban untuk diperiksa lebih lanjut di Labotarium," kata dia.

Baca juga: Cicipi Tempe Berbau Tak Sedap, Guru SDN Taruna Bakti Cianjur Ikut Mual dan Muntah

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved