Kasus Dugaan Penipuan Mantan Ketua DPRD Jabar, Saksi Ungkap Nilai Uang yang Dibayar Stelly

Tujuh saksi didatangkan dalam sidang lanjutan kasus dugaan penipuan dan penggelapan denga terdakwa mantan Ketua DPRD Jawa Barat, Irfan Suryanegara.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Saksi disumpah sebelum meberikan kesaksiannya dalam persidangan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa mantan Ketua DPRD Jawa Barat, Irfan Suryanegara, dan istrinya, Endang Kusumawaty, di PN Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Jumat (9/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tujuh saksi didatangkan dalam sidang lanjutan kasus dugaan penipuan dan penggelapan bisnis lahan dan SPBU yang menjerat terdakwa mantan Ketua DPRD Jawa Barat, Irfan Suryanegara, dan Istrinya, Endang Kusumawaty.

Tujuh saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan di PN Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Jumat (9/12/2022), yakni Aep Saeful Rahman alias Ajo, Baihaqi Setiawan, Panji Prawinugraha, Angga Pratagama, Susi Irmayanti, Ratih Febriani, dan Sulaeman.

Sidang tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim Dwi Sugianti. Terdakwa pada saat itu, mengikuti jalannya persidangan secara daring.

Saksi Aep Saeful Rahman mengaku perkenalannya dengan Irfan Suryanegara dan Stelly Gandawidjaja yang merupakan korban dan di sidang sebelumnya telah menjadi saksi, dilatarbelakangi urusan bisnis jual-beli lahan di Sukabumi.

"Saya juga pernah menawarkan untuk jual-beli lahan di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi kepada Pak Irfan. Itu terjadi sekitar awal 2013,” ujar Aep saat ditanya JPU awal perkenalannya dengan terdakwa.

Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Mantan Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanegara, Saksi Mengaku Rugi Rp 58 M

Aep memaparkan pihaknya sempat  bertransaksi dari jual beli lahan di wilayah Pasir Ipis yang luasnya sekitar satu hektare dan wilayah Cijurey sekitar tujuh hektare.

Aep mengatakan, proses transaksinya, terdakwa Irfan membeli lahan yang harganya sekitar Rp 200 ribu per meter.

"Total transaksi di wilayah Pasir Ipis sekitar Rp 2 miliar. Yang bayar itu Pak Irfan, tetapi ada juga Pak Stelly. Pembayaran dari Pak Irfan itu tunai, sedangkan dari Pak Stelly melalui transfer bank,” kata Aep.

Menurut Aep, setelah selesai transaksi tersebut, Irfan meminta agar lahan yang dibelinya diatasnamakan Endang Kusumawaty, istrinya.

Aep mengatakan, setelah transaksi lahan tersebut, ia kerap bertemu dengan Stelly yang dikenalkan oleh terdakwa Irfan.

Bahkan, kata Aep, terdapat lahan di objek lain yang dibeli Stelly, yakni di Gunung Karang dan Pasir Ipis.

"Saat transaksi lahan itu, jual beli lahan lainnya bukan sama saya, melainkan Pak Stelly dengan tim pengadaan lahan lainnya,” kata Aep.

Baca juga: Jadi Tersangka Penipuan Rp 77 Miliar, Eks Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara dan Istrinya Ditahan

Kuasa hukum terdakwa, Raditya, mengatakan, dalam fakta persidangan terungkap, kesaksian yang disampaikan Aep membantahkan keterangan yang disampaikan korban saksi, Stelly dalam sidang sebelumnya.

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved