Kasus Dugaan Penipuan Mantan Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanegara, Saksi Mengaku Rugi Rp 58 M

Stelly Gandawidjaya mengaku rugi hingga Rp 58 miliar di kasus yang menjerat mantan Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanagara, dan istrinya, Endang.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Persidangan dalam kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat terdakwa mantan Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanagara, dan istrinya, Endang Kusumawaty, di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Senin (5/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Stelly Gandawidjaya mengaku rugi hingga Rp 58 miliar di kasus yang menjerat mantan Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanagara, dan istrinya, Endang Kusumawaty.

Stelly merupakan saksi yang dihadirkan dalam persidangan kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat terdakwa, Irfan dan Endang.

Selain Stelly, saksi lain yang dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Senin (5/12/2022), yakni Liong Xiang Jang, Xiat Fong, Djuhandi, Dadang, Feri irawan, dan Raymon Pangestu.

Sidang kali ini merupakan sidang kedua terdakwa Irfan Suryanagara dan istrinya.

Irfan mengikuti persidangan secara daring. Dia berada Lapas Kebon Waru. Sedangkan Endang di Lapas Sukamiskin.

Stelly menjelaskan, kerugian hingga Rp 58 juta tersebut akibat untuk pembelian lahan, vila, pembelian dan pembanguan SPBU, serta lainnya.

Baca juga: Jadi Tersangka Penipuan Rp 77 Miliar, Eks Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara dan Istrinya Ditahan

Dalam persidangan utu, Stelly mengaku kenal dengan Irfan pada 2009 setelah dikenalkan oleh seseorang temannya.

Setelah bisa berkomunikasi secara langsung, dia mendapat undangan dari ajudan terdakwa saat itu.

"Saya diundang oleh ajudannya ke rumah terdakwa melalui WA sebelum berangkat kerja di pagi hari. Yang dibicarakan ada aset BUMD berupa rumah di Jalan Cipaganti milik PT Agronesia," kata Stelly.

Stelly menjelaskan, terdakwa pada saat itu menawarkan aset tersebut untuk dibelinya.

"Tidak terjadi transaksi. Gagal karena PT-nya tidak jelas, jadi tidak jadi dibeli," ujar Stelly.

Stelly mengatakan, pertemuan selanjutnya bersama terdakwa membicarakan masalah tanah di daerah Sukabumi, tepatnya di Pasir Ipis. Katanya, tanah bisa dibuat perumahan, SPBU, dan vila.

Dia mengaku ditawari membeli lahan warga itu oleh terdakwa.

Baca juga: Demokrat Jabar Serahkan Kasus Irfan Suryanagara kepada Pihak Berwajib, Sanksi dari Partai Urusan DPP

Halaman
123
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved