Kolaborasi dengan Kampus, EWINDO Dorong Inovasi Melalui Panah Merah Innovation Award 2022

EWINDO mendorong inovasi melalui ajang Panah Merah Innovation Award 2022 berkolaborasi dengan kampus

Editor: Siti Fatimah
istimewa
Managing Director PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Glenn Pardede (kedua kanan) bersama Wakil Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Hendarmawan (paling kanan) dan Dekan Faperta Unpad Dr Meddy Rachmadi (ketiga kanan) disela acara Seminar Nasional dalam rangkaian acara Panah Merah Innovation Award (PMIA) 2022  bertema “Healthy Lifestyle: My Food My Health through Fruit and Vegetables, di Kampus Unpad Jatinangor, Selasa (18/10/2022). Seminar ini menjadi rangkaian gelaran Panah Merah Innovation Award (PMIA) 2022. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG  – Perusahaan benih sayuran PT East West Seed Indonesia (EWINDO) atau dikenal dengan Cap Panah Merah terus mendorong inovasi khususnya di sektor pertanian, salah satunya dengan menggelar Panah Merah Innovation Award (PMIA) 2022.

"PMIA itu sendiri merupakan program tahunan yang digelar sejak tahun 2015. Sebagai perusahaan yang memiliki basis inovasi yang kuat, EWINDO memiliki komitmen untuk secara berkelanjutan mendorong semangat inovasi guna meningkatkan daya saing ekonomi. Hal ini juga sejalan dengan salah satu nilai EWINDO yaitu senantiasa berjuang untuk memberikan hasil yang luar biasa melalui inovasi," kata Managing Director EWINDO, Glenn Pardede disela Seminar Nasional dalam rangkaian acara Panah Merah Innovation Award (PMIA) 2022  bertema “Healthy Lifestyle: My Food My Health through Fruit and Vegetables, di Kampus Unpad Jatinangor, Selasa (18/10/2022).

Pada ajang PMIA 2022, jumlah tulisan yang masuk mencapai lebih dari 140 naskah yang berasal dari 60 perguruan tinggi serta politeknik dan vokasi dari seluruh Indonesia.

Baca juga: Kenalkan Holtikultura, EWINDO Berikan Pelatihan Hidroponik untuk Siswa Berkebutuhan Khusus

Dari keseluruhan peserta tersebut akan dipilih 10 peserta terbaik yang kemudian 5 besar terbaik akan diundang ke kantor untuk mengikuti babak final dan mempresentasikan hasil karyanya.

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI (PUSDATIN, 2018) konsumsi sayur dan buah merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan pangan dan gizi/nutrisi seimbang.

Sayur dan buah merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan.

Keduanya mengandung vitamin dan mineral serta serat yang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari.

Pemenuhan kedua bahan tersebut turut berperan dalam pencegahan penyakit kronis tidak menular.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tingkat konsumsi sayuran di Indonesia selama kurun waktu tahun 2014-2019 hanya sebesar 51,9-60,7 kg/kapita/tahun dan meningkat menjadi 76,2 kg/kapita/tahun pada tahun 2020.

Baca juga: EWINDO Beri Edukasi Ibu Rumah Tangga di Purwakarta Budidaya Sayuran di Pekarangan Rumah

Namun, angka tersebut masih jauh dari ambang yang ditetapkan oleh WHO yaitu 146 kg/kapita/tahun.

Dalam rangkaian PMIA 2022, digelar juga Seminar Nasional bertema “Healthy Lifestyle: My Food My Health through Fruit and Vegetables”.

"Adanya seminar ini diharapkan bisa menjadi salah satu acara yang dapat mendorong program pemerintahm mengatasi permasalahan ketidakseimbangan gizi atau dikenal dengan triple burden disease yaitu stunting, wasting dan obesities," kata Glenn Pardede.

Seminar Nasional ini terselenggara atas kerjasama EWINDO dengan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran.

Seminar yang diselenggarakan secara offline dan online ini diikuti oleh akademisi dari berbagai universitas di Indonesia, Kementerian PPN/Bappenas, mahasiswa, serta praktisi nutrisi dan kesehatan.

Menurut Glenn Pardede, sebagai salah satu industri yang bergerak dalam produksi benih sayuran, EWINDO memiliki salah satu misi untuk meningkatkan konsumsi sayuran di Indonesia.

Baca juga: Datangi Perusahaan Benih Lokal PT EWINDO di Purwakarta, Wamen Pertanian Belanda Bilang Begini

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved