Kolaborasi dengan Kampus, EWINDO Dorong Inovasi Melalui Panah Merah Innovation Award 2022
EWINDO mendorong inovasi melalui ajang Panah Merah Innovation Award 2022 berkolaborasi dengan kampus
Bersama dengan pemangku kepentingan lainnya, baik instansi pemerintah, instansi pendidikan maupun pihak swasta, EWINDO kerap menjalin kerjasama dalam mencapai tujuan tersebut.
Seminar Nasional Healthy Lifestyle yang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran ini, diharapkan bisa memperluas kerjasama EWINDO dengan Instansi Pendidikan dalam mencapai tujuan terkait. Karena sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam produksi benih sayuran, EWINDO memiliki perhatian besar untuk mendorong pemenuhan asupan gizi seimbang dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan konsumsi sayuran di Indonesia,” katanya.
Pihaknya juga berharap, melalui seminar ini dapat menjadi pendorong tercapainya program Pemerintah dalam mengatasi permasalahan ketidakseimbangan gizi atau dikenal dengan triple burden disease yaitu, stunting, wasting dan obesities.
Pemenuhan kebutuhan gizi juga merupakan target penting dari Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang merupakan kesepakatan pembangunan global.
Untuk itu, pihaknya tida pernah berhenti berinovasi menghasilkan varietas.
Sudah banyak varietas yang dihasilkan oleh EWINDO bahkan sejumlah varietas sangat fenomenal diantaranya varietas tomat dan bawang.
"Tomat dan bawang ini berbeda dari umumnya. Untuk tomat yang biasanya ditanam di dataran tinggi, namun varietas dari EWINDO ini bisa ditanam di dataran rendah. Tak hanya itu, varietas ini juga tahan virus. Sedangkan untuk bawang, bukan lagi dari biji tapi dari umbi dan ini bisa menghemat pengeluaran petani," katanya.
Baca juga: Ewindo Sebut Perempuan Petani Jadi Penopang Kedaulatan Pangan Nasional
Di lokasi yang sama, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Padjajaran, Prof Hendarmawan mengatakan, pihaknya berharap dengan ajang PMIA ini dapat melahirkan inovasi-inovasi baru terutama yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Untuk mewujudkan tentu perlu kolaborasi dengan berbagai pihak, universitas juga tentu butuh dukungan dari pihak lain, salah satunya dari pengusaha. Terpenting adalah bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Hal serupa juga diungkapkan, Dekan Faperta Unpad Meddy Rachmadi.
Ia mengatakan, kolaborasi menjadi titik sentral karena saat ini untuk menghasilkan sesuatu perlu adanya dukungan dari berbagai pihak.
"Seperti untuk menghadapi persoalan ketahanan pangan, ngga bisa sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi. Seperti ini kampus bersama EWINDOI untuk membina petani, mewujudkan inovasi yang bisa diterapkan oleh petani yang hasilnya juga nanti dinikmati bersama," katanya.