Datangi Perusahaan Benih Lokal PT EWINDO di Purwakarta, Wamen Pertanian Belanda Bilang Begini

Perusahaan benih lokal sayuran PT East West Seed Indonesia (EWINDO) atau yang dikenal dengan sebutan 'Cap Panah Merah'

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Ichsan
tribunjabar/nandri prilatama
Datangi Perusahaan Benih Lokal PT EWINDO di Purwakarta, Wamen Pertanian Belanda Bilang Begini 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Perusahaan benih lokal sayuran PT East West Seed Indonesia (EWINDO) atau yang dikenal dengan sebutan 'Cap Panah Merah' mendapat kunjungan dari Wakil Menteri Pertanian, Alam dan Kualitas Pangan Belanda, Jan-Kees Goet di kantor pusat dan fasilitas utama EWINDO di Purwakarta, Kamis (12/3/2020).

Kedatangan Wamen Pertanian, Alam dan Kualitas Pangan Belanda ini salahsatu dari rangkaian kegiatan kunjungan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda ke Indonesia beserta 130 delegasi guna mempererat hubungan kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Belanda di sektor pertanian.

Jan-Kees Goet mengatakan produksi hortikultura yang berhasil itu ditentukan oleh benih varietas yang unggul. Sehingga, ketersediaan benih unggul sangatlah penting peranannya di suatu negara.

Kesempatan sama, Managing Director PT East West Seed Indonesia, Glenn Pardede mengaku kunjungan dari Belanda ini bukan kali pertama, sebab pada 2013 sempat hadir pula Menteri Pertanian Belanda, Sharon Dliksma ke EWINDO dalam upaya mengembangkan hortikultura di Indonesia.

Ganja, Alat Judi hingga Jamu Kuat Dimusnahkan, Barang Sitaan Kejari Indramayu

Selama hampir tiga dekade, Glenn menyebut perusahaannya telah menghasilkan sebanyak 150 varietas unggul sayuran tropis lokal, seperti tomat, cabai, timun, kacang panjang, terong, kangkung, caisim, melon, dan semangka.

"Kami bekerjasama dengan 17 ribu petani produksi benih dan lebih dari 70 ribu tenaga kerja polinator yang bekerja pada petani produksi di Jabar, Jatim, dan Lampung," katanya di Purwakarta, Kamis (12/3/2020).

Petani sayuran mitra Cap Panah Merah, kata Glenn dapat memperoleh hasil lebih dari Rp 20 juta per bulannya untuk luasan satu hektare budidaya jenis oyong, terong, dan timun.

"Ini justru lebih tinggi daripada padi, jagung, dan kedelai yang luasan 1/3 hektare dengan hasil Rp 7 juta per bulannya," ujarnya.

Harga Gula Naik, Pedagang di Kota Bandung Mengaku Keluarkan Modal Rp 800 Ribu untuk 50 Kg Gula

Budidaya pertanian dengan menggunakan benih di era saat ini memang tengah menjadi prioritas pemerintah Indonesia dengan mendorong petani-petaninya terutama petani bawang merah beralih menggunakan benih dibanding umbi sebagai bibitnya.

"Lewat benih, mereka bisa dapat banyak keuntungan dibanding secara konvensional, karena selain murah, pakai benih ini lebih tahan dari serangan penyakit atau virus dan produksinya bisa meningkat hampir dua kali lipat," katanya

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved