Kejamnya Rentenir di Garut

PENGAKUAN Rentenir di Garut yang Pinjamkan Undang Uang, Saudara Korban yang Robohkan Rumah

A terduga pelaku perobohan rumah milik Undang lantaran telat bayar utang diketahui mengalami syok berat.

Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Puing-puing rumah milik Undang (42) warga Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rumahnya rata dengan tanah setelah tidak sanggup membayar hutang. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - A terduga pelaku perobohan rumah milik Undang lantaran telat bayar utang diketahui mengalami syok berat.

A juga disebut susah makan saat kasusnya tersebut membuat heboh khalayak umum.

Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum A, Firman Saepul Rohman.

"Kondisinya syok sekarang, ngedown, kalo kondisi fisiknya sehat cuman dari sikologis keliatan down, tidak bisa makan juga," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di kawasan Pemda, Minggu (18/9/2022) malam.

Firman menyebut, kondisi kliennya itu memburuk setelah menjalani rangkaian pemeriksaan di Polres Garut.

"Iya susah makan, gak bisa makan karena ada kedatangan dari Kodim terus setelah pemeriksaan di Polres juga," ucapnya.

Ia menjelaskan, kliennya itu tidak melakukan perobohan rumah milik Undang (47).

Rumah tersebut menurutnya sudah menjadi hak kliennya lantaran sudah ada jual beli antara saudara kandung Undang pada tanggal 7 September 2022.

Baca juga: AWAL MULA Rumah Undang Diratakan Rentenir di Garut, Utang Rp 1,3 Juta Membengkak Jadi Rp 15 Juta

"Saat itu Entoh, saudaranya Undang menjual rumah itu, karena rumah itu budel waris kepemilikan orang tua, bukan rumah Undang seorang," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved