Saatnya Beralih Ke Kendaraan Listrik, Ridwan Kamil Dukung Inpres Jokowi Tentang Kendaraan Listrik

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendukung pemberlakuan Instruksi Presiden (Inpres) Jokowi soal penggunaan kendaraan listrik

istimewa
Ridwan Kamil saat menggunakan kendaraan listrik 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendukung pemberlakuan Instruksi Presiden (Inpres) yang memerintahkan penggunaan kendaraan listrik bagi perjalanan dinas instansi pemerintah pusat sampai daerah.

Ridwan Kamil pun mengatakan bahkan ia sudah dua tahun menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinasnya.

Ia mengatakan ada atau tidak adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dunia ini, masyarakat memang harus sudah mulai menggeser cara pandangnya terhadap penggunaan mesin-mesin bertenaga listrik.

Baca juga: Airlangga Hartarto Dukung Produksi Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, Berharap Harganya Affordable

Ini dilakukan sambil sumber listriknya pun pelan-pelan bergeser dari berbahan batu bara yang tidak renewable ke listrik berbasis angin, air, sampai matahari.

"Kebetulan sebagai Gubernur saya juga Ketua Daerah Penghasil Migas dan Energi Baru Terbarukan (EBT). Jadi saya mendukung inpres Pak Jokowi. Karena Jawa Barat sudah duluan, sudah dua tahun pakai mobil listrik," katanya di Gedung Sate, Jumat (16/9).

Ia pun mengimbau dengan kekuatan instruksi Presiden itu lebih membuat transisi energi jadi luar biasa. Karena semua pemimpin, katanya, harus memberikan contoh dalam transisi energi.

"Kemudian, motor listrik itu terbagi dua, membeli baru atau mengubah yang lama. Jadi yang lama itu bisa diubah, mesinnya dikerok kemudian ada bengkel khusus yang menginstal, casingnya motor lama tapi dalamannya listrik, itu bisa dilakukan," katanya.

Ia mengatakan tidak ada masalah dalam prasarana untuk mengisi energi listrik. Sebab sekarang teknologinya tidak harus berupa stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), namhn bisa mengisi daya di rumah.

Baca juga: Gandeng Himbara, PLN Permudah Masyarakat Miliki Kendaraan Listrik

"Misalkan macet di jalan, bisa mengisi di warung, itu saja. Cuman sekarang belum ada hitungannya. Mengisi sejam bayar berapa itu harus dirumuskan. Tapi intinya teknologi sekarang sudah memungkinkan mengisi di mana," katanya.

Ia mengatakan pabrik kendaraan listrik Hyundai, sebagai salah satu perusahaan yang memproduksi mobil listrik di Jabar, kewalahan terhadap pesanan masyarakat. Jika masyarakat membeli mobil hari ini, datangnya baru tahun depan.

"Ini menunjukkan orang yang hijrah dan antusias itu banyak sekali sampai si Hyundai kewalahan, tidak bisa merespons pesanan. Jadi saya sudah mendukung, artinya di dalamnya saya akan pekuat dengan surat saya kepada kepala daerah untuk melaksanakan perintah tersebut," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Joko Widodo meminta kendaraan dinas pemerintahan, baik pusat maupun daerah mulai menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) sebagai kendaraan dinas, mulai Selasa, 13 September 2022.

Baca juga: Airlangga Hartarto Bertemu CEO MMC Jepang, Kendaraan Listrik Mini Cab MiEV Segera Hadir di Indonesia

Perintah tersebut, termaktub dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan Atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Aturan ini sejalan dengan percepatan pelaksanaan program penggunaan atas kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau yang memiliki slogan KBLBB untuk mencapai zero net emission di Indonesia pada 2060.

Dalam instruksinya, diberikan kepada 10 level pemerintahan yang mencangkup para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Sekretaris Kabinet, Jaksa Agung Republik Indonesia, Kepala Staf Kepresidenan, dan Panglima Tentara Nasional RI.

Kemudian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Para Kepala Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, Para Gubernur, dan Para Bupati/Wali Kota.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved