Kasus Doni Salmanan, JPU Gagal Hadirkan 10 Saksi, Sidang Ditunda, Begini Kata Pengacara Doni

Jaksa penuntut umum (JPU) gagal menghadirkan saksi dalam persidangan dengan terdakwa Doni Muhamad Taufik atau Doni Salmanan.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Kuasa hukum Doni Salmanan, Patria Purba, menyayangkan sidang yang harusnya dilaksanakan hari ini, Senin (12/9/2022), ditunda. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jaksa penuntut umum (JPU) gagal menghadirkan saksi dalam persidangan dengan terdakwa Doni Muhamad Taufik atau Doni Salmanan di Pengadilan Bale Bandung, Baleendah, Senin (12/9/2022).

Doni merupakan terdakwa kasus dugaan penipuan berkedok trading binary option.

Atas ketidakhadiran para saksi itu, hakim memutuskan persidangan yang beragendakan pemeriksaan saksi dari JPU itu ditunda menjadi Kamis (15/9/2022).

Kuasa hukum Doni Salmanan, Patria Purba, mengungkapkan, JPU telah mengundang 10 saksi, namun mereka tak hadir tanpa konfirmasi.

"Mungkin saksi-saksi tersebut sudah sadar karena pasti mereka sudah mendengar dari saksi sebelumnya bahwa mereka bermain dengan risiko, Mereka pernah menang, pernah kalah, dan mereka menyadari terkait potensi tersebut sehingga apalagi yang mau diterangkan," ujar Patria setelah persidangan yang diputuskan ditunda itu.

Menurut Patria, dengan tak hadirnya saksi jadi menghambat karena yang harusnya sidang namun tak jadi.

Baca juga: Tiga Saksi Kembali Dihadirkan dalam Kasus Doni Salmanan, Dipertanyakan Majelis Hakim

"Ya, jadi menunggu dan mengulur waktu. Yang kami harapkan sih, ini bisa proses secara cepat. Sehingga kita segera bisa mendapatkan kepastian," ucap Patria.

Patria menjelaskan, agenda sidang selanjutnya masih pemeriksaan saksi.

Pada sidang hari ini, majelis hakim memberikan kesempatan pada JPU untuk memanggil saksi korban lagi kalau memang ada yang datang.

"Tapi kalau kemudian tidak ada yang datang, tadi dianjurkan memanggil saksi lain di luar saksi korban, seperti saksi ahli atau saksi-saksi yang lain. Yang jelas di luar korban karena pada dasarnya korban sama-sama saja," kata Patria.

Baca juga: Sudah 7 Kali Sidang, Doni Salmanan Tak Pernah Terlihat di Ruang Sidang, Mengapa?

Patria mengatakan, terkait saksi ahli, itu paling di akhir. Yang dimaksimalkan dulu itu saksi korban dan belum dihadirkan.

"Dikhawatirkan mereka tetap mau mempergunakan haknya. Kalau selama bisa menghadirkan, silakan. Tapi kalau misalkan mayoritas saksi berkesimpulan memberi keterangan yang tak berbeda, saya kira sama saja kok. Jelas ini menguntungkan kami," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved