Survei IPRC: 52 Persen Diklaim Warga Puas Kinerja Walkot Bandung, Ini Catatan yang Harus Diperbaiki

Menurut survei, Wali Kota Bandung harus bisa meningkatkan kinerjanya di sisa masa jabatan.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Survei IPRC 2022 yang dirilis, Senin (29/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lembaga survei Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) kembali merilis temuan survei yang mereka lakukan mulai 20 Juli sampai 30 Juli 2022.

Sebelumnya, pada Jumat (26/8/2022) mereka telah merilis terkait politik identitas.

Dalam rilis survei Senin (29/8/2022), hadir di antaranya, Direktur Eksekutif IPRC, Firman Manan, Direktur Riset IPRC, Leo Agustino, Sekretaris DPC Gerindra Kota Bandung, Ferry Cahyadi, Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PDIP, Folmer Siswanto, dan Anggota Tim Percepatan Pembangunan Kota Bandung, Yogi Suprayogi.

Firman Manan menyampaikan survei temuan kali ini terkait kinerja Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dalam triwulan pertama: Evaluasi publik Kota Bandung per tiga bulan Yana menjabat menjadi wali kota.

"Kami melakukan survei dari 20 Juli sampai 30 Juli 2022 dengan responden sebanyak 1002 orang di 30 kecamatan di Kota Bandung dengan menggunakan multistage random sampling. Hasilnya, ada 45 persen warga Bandung yang katakan kondisi Bandung jauh lebih baik dari 2021. Ini berarti ketika kondisi tengah transisi karena pandemi sebagai upaya perbaikan perekonomian," katanya di Jalan Merdeka.

elanjutnya, untuk segi ketentraman Firman juga menyebut ada 41 persen atau secara umum diklaim baik walau ada pula 10 persen warga Kota Bandung yang katakan masih buruk. Dia menilai ketiadaan sosok wakil wali kota menjadi tantangan yang harus dijawab Yana Mulyana dan Pemkot Bandung agar pemerintahan tetap berjalan baik.

"Intinya, penerimaan per tiga bulan wali kota (Yana Mulyana) menjabat mayoritas warga Bandung puas sebanyak 52 persen, walau 22 persennya belum rasakan kepuasan. Dan ingat, angka 52 persen ini belumlah tinggi," katanya.

Firman pun mencoba membandingkan dengan ketika Bandung dipimpin oleh almarhum Oded M Danial dalam setahun pertama yang penerimaan kinerjanya di angka 50 persen atau hanya berbeda 0,5 persen.

"Jelas angka (52,5 persen) ini tidaklah buruk. Warga masih menilai kondisi ekonomi, ketentraman, ketertiban masih baik tingkat kepuasannya," katanya.

Selain itu, warga Bandung menilai Yana Mulyana dari sisi kelebihannya, yakni mampu memimpin Bandung, jujur, dan merakyat.

Sedangkan kekurangan Yana, yakni belum dikenal karena warga Bandung baru mengetahuinya, belum terlihat hasil kinerjanya, hingga kinerjanya kurang bagus.

"Ke depan ini menjadi catatan dari persepsi publik dalam tiga bulan pertama Yana menjabat apa-apa saja yang harus diupayakan dan diperbaiki. Bahkan, ada 63 persen warga tak menjawab soal kekurangan Yana. Tapi, ketika ditanyakan apakah yakin terhadap kepemimpinan Yana, ada 46 persen bahwa Yana bisa membawa Bandung lebih baik, meski ada 25 persen yang tak yakin juga. Jadi, masih ada memang skeptisme yang menjadi catatan penting," katanya.

Dalam survei ini pun disampaikan bahwa Pemkot Bandung dalam kinerja terbaiknya selama triwulan pertama ialah berhasil menangani pandemi dengan angka persentase 17 persen, disusul pembangunan infrastruktur, dan perbaikan jalan.

"Tapi, kalau kekurangan pemkot Bandung antara lain masih belum dapat mengatasi permasalahan harga kebutuhan pokok yang mahal sekitar 24 persen, disusul kemiskinan, kemacetan, dan pengangguran. Masalahnya itu masih masalah klasik perkotaan," katanya seraya harus ada upaya dari wali kota di sisa setahun jabatan.

Baca juga: Survei IPRC, 40,6 Persen Warga Ingin Sosok Calon Wali Kota Asli Bandung, Masih Minim Bincang Politik

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved