Pembangunan TPST di KBB Senilai Rp 20 Miliar yang Ditolak Warga Ditunda, Kades Sebut Pilihan Bijak

Pembangunannya terus ditolak oleh warga karena TPST ini akan dibangun ditengah permukiman padat penduduk dan khawatir akan menimbulkan bau busuk

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kampung Cikupa RW 15, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya ditunda karena pembangunannya terus ditolak warga. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pemerintah Desa Cilame angkat bicara soal ditundanya pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kampung Cikupa RT 1/15, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seperti diketahui proyek pembangunan TPST tersebut merupakan salah satu proyek nasional yang didanai oleh Bank Dunia (word bank) dengan anggaran Rp 20 miliar dan ditargetkan harus tuntas pada tahun Oktober 2022.

Tapi rencana pembangunannya terus ditolak oleh warga karena TPST ini akan dibangun di tengah pemukiman padat penduduk dan warga khawatir akan menimbulkan bau busuk di lingkungan mereka.

Baca juga: Dibiayai Bank Dunia, Pembangunan TPST di KBB Senilai Rp 20 Miliar Ditunda Akibat Ditolak Warga

Kepala Desa Cilame, Aas Mochamad Ashor mengatakan, penundaan pembangunan TPST itu merupakan keputusan yang bijak, karena hingga saat ini masih ditolak warga dan kalaupun dipaksakan dikhawatirkan tidak akan baik.

"Tapi sebenarnya Cilame butuh TPST asal kuncinya ramah lingkungan. Tinggal bagaimana sosialisasi institusi terkait meyakinkan warga, karena penilaian warga terhadap sampah itu kan bau dan kotor," ujarnya saat dihubungi, Rabu (24/8/2022).

Menurutnya, warga menolak proyek tersebut karena pola komunikasi dan sosialisasi dari dinas terkait kepada masyarakat selama ini kurang masih bagus.

Apalagi sebelumnya tidak ada informasi terlebih dahulu sehingga masyarakat merasa seperti dilangkahi karena tidak dimintai persetujuan terlebih dahulu.

"Di sisi lain, ditundanya pembangunan TPST Cikupa bisa menjadi kerugian bagi Desa Cilame karena hingga sekarang belum memiliki tempat pengolahan sampah," kata Aas.

Ia mengatakan, selama ini sampah dari setiap warga Cilame dikumpulkan di tempat penampungan sementara, sebelum dibuang ke TPA Sarimukti.

Baca juga: Warga Tak Mau Tahu Teknologi yang Dipakai di TPST Cikupa KBB, Akan Demo Kalau Tetap Dibangun

"Sebaiknya selain sosialisasi warga juga perlu diajak melihat TPST yang sudah beroperasi. Jadi tidak hanya sekadar mendengar penjelasan. Sehingga bisa meyakinkan dan memberikan gambaran jelas dengan TPST yang sudah berjalan, termasuk dampaknya seperti apa," ucapnya.

Sebelumnya, Staf pelaksana Bagian Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Herlangga mengatakan, pembangunan TPST itu terpaksa harus ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan dan sampai ada keputusan lebih lanjut karena warga masih menolak.

"Ini proyek pusat, jadi semua anggaran pembangunan dari bank dunia, sementara kita kewajibannya hanya menyediakan lahan saja," kata Herlangga.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved