Kisah Darinih Penjual Rumbah Khas Indramayu, Bisa Bangun Rumah hingga Naik Haji Berkat Jualan Rumbah

Walau harus masuk ke dalam gang untuk sampai ke warung jualannya, akan tetapi Rumbah Darinih tidak pernah sepi pengunjung.

Tribun Cirebon? Handhika Rahman
Darinih (64) penjual rumbah di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Minggu (14/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR, INDRAMAYU - Menjadi penjual rumbah menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Darinih (64).

Banyak kebahagiaan yang Darinih dapatkan selama menjadi penjual rumbah selama kurang lebih 27 tahun.

Mulai dari peningkatan taraf hidup, bisa membangun rumah, hingga pergi ke tanah suci bersama suami.

Baca juga: Wajib Nyobain Jika ke Indramayu, Namanya Rumbah Darinih Sambalnya Bikin Nagih Sampai Keringatan

Nilai tambahnya, salah satu makanan khas Kabupaten Indramayu tersebut bisa terlestarikan dan banyak diketahui oleh masyarakat luas.

Darinih sendiri awal mulanya membuka usaha rumbah mulai dari warung kecil pada 1995 hingga bisa sebesar sekarang.

Lokasinya berada di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Walau harus masuk ke dalam gang untuk sampai ke warung jualannya, akan tetapi Rumbah Darinih tidak pernah sepi pengunjung.

Bahkan tidak sedikit pula pengunjung yang datang dari berbagai kota, seperti Jakarta, Subang, Bekasi, dan lain sebagainya.

Dalam seharinya, Darinih diketahui juga bisa meraup omzet rata-rata sekitar Rp 2,5 juta dalam sehari.

"Ini makanan khas Indramayu, makanannya masyarakat pesisir," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (14/8/2022).

Darinih menyampaikan, selain untuk mencari rezeki, berjualan rumbah pun sudah menjadi hobbinya.

Baca juga: 3 Rekomendasi Makanan Khas Banjarmasin yang Wajib Dicoba

Walau di usia senja, Darinih bahkan masih aktif ikut membantu 5 karyawannya berjualan makanan khas tersebut setiap hari.

Ia juga tidak menyangka rumbah jualannya tersebut bisa sangat laris hingga bisa membuatnya dan suami pergi haji pada tahun 2016 lalu, semuanya berkat hasil jualan rumbah.

Ada dua varian rumbah yang dijual Darinih, yakni rumbah kangkung dan rumbah soun, harganya masing-masing cuma Rp 7 ribu per porsi.

"Kalau kangkung ditambah soun, harganya Rp 12 ribu, ada juga rujak petis harganya Rp 14 ribu," ujar dia.

Adapun yang membedakan Rumbah Darinih dengan rumbah lainnya, kata dia, terdapat pada sambal terasi yang dicampur petis.

Bahan baku tersebut lanjut Darinih, semuanya berasal dari nelayan di wilayah Eretan Indramayu.

"Katanya tuh sambelnya enak. Ini bahannya asli dari nelayan sini," ucapnya.

Baca juga: Lebaran Ala Pedangdut dan Presenter King Nassar, Pilih Santap Makanan Khas Arab, Apa Itu?

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved