Wajib Nyobain Jika ke Indramayu, Namanya Rumbah Darinih Sambalnya Bikin Nagih Sampai Keringatan

Makanan khas daerah Pantura Jabar, Rumbah Darinih menjadi salah satu kuliner yang paling diburu para pelancong saat berkunjung ke Kabupaten Indramayu.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/HANDHIKA RAHMAN
Suasana di warung Rumbah Darinih, makanan khas Pantura Jabar di belakang Balai Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Minggu (19/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Rumbah Darinih menjadi salah satu kuliner yang paling diburu para pelancong saat berkunjung ke Kabupaten Indramayu.

Makanan khas daerah Pantura Jabar tersebut tepatnya berlokasi di belakang Balai Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Setiap harinya, Rumbah Darinih ini tidak pernah sepi pembeli.

Tidak jarang jiga pengunjung datang jauh-jauh dari Jakarta, Cirebon, dan daerah lainnya untuk sengaja mencicipi makanan legendaris yang satu ini.

Rumbah Darinih, makanan khas Pantura di Indramayu, Jabar.
Rumbah Darinih, makanan khas Pantura di Indramayu, Jabar. (TRIBUNCIREBON.COM/HANDHIKA RAHMAN)

Darinih (63) mengatakan, yang menjadi istimewa dari rumbah buatannya adalah sambal.

Ini merupakan sambel kacang yang disiram dengan kuah petis.

Rasa dari sambal itu bikin ketagihan hingga keringatan saat disantap karena pedasnya.

"Banyak yang bilang sambalnya itu enak," ujar Darinih kepada Tribuncirebon.com, Minggu (19/9/2021).

Rumbah merupakan makanan khas daerah Indramayu

Bahan utamanya terdiri dari kangkung, toge, dan bihun yang sudah dimasak lebih dahulu.

Rumbah ini mirip dengan pecel kalau di daerah Jawa.

Nama Rumbah Darinih diambil dari nama pemiliknya, Ibu Darinih.

Diceritakan Darinih, usaha tersebut ia rintis sejak 1995, dari mulai jualan di warung kecil sampai bisa sebesar sekarang.

Harga satu porsi Rumbah Darinih pun sangat murah meriah, yakni hanya Rp 5.000.

Meski murah, pendapatan dari penjualan ini relatif besar.

Jika pengunjung tengah ramai, kata Darinih, ia bisa mendapat omzet hingga Rp 5 juta dalam sehari.

Pandemi Covid-19 pun rupanya tidak menyurutkan antusias para pembeli untuk memburu rumbah legendaris yang satu ini.

"Waktu awal-awal sih iya terdampak, tapi alhamdulillah sekarang sudah biasa lagi," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved