Komplotan Maling Modus Ganjal ATM di Kota Cirebon Berbagi Peran, Ada yang Mengintip Nomor PIN ATM

komplotan maling modus ganjal di Kota Cirebon memiliki peran masing-masing, di antaranya ada yang bertugas pura-pura mengantre dan mengintip nomor PIN

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD IMAM BAEHAQI
Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar beserta jajarannya menunjukkan barang bukti komplotan maling bermodus ganjal ATM dalam konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Jumat (5/8/2022). Komplotan ini memiliki peran masing-masing, di antaranya ada yang bertugas pura-pura mengantre dan mengintip nomor PIN 

"Aksi tersebut terjadi pada Rabu (27/7/2022) kira-kira pukul 16.58 WIB, dan kami berhasil mengamankan para tersangka di Solo, Jawa Tengah," kata M Fahri Siregar.

Bawa Kabur Puluhan Juta Rupiah

Komplotan maling bermodus ganjal anjungan tunai mandiri (ATM) yang beraksi di Kota Cirebon dihadiahi timah panas di kakinya.

Pasalnya, komplotan yang beranggotakan tiga pria berinisial SYR, AHS, dan AST, itu melawan saat hendak diamankan anggota Polres Cirebon Kota.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, mengatakan, jajarannya membekuk mereka di wilayah Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, ketiga warga Lampung itu beraksi di ATM yang berada di minimarket di Jalan Pramuka, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Rabu (27/7/2022) kira-kira pukul 16.58 WIB.

"Dalam peristiwa tersebut, para tersangka membawa kabur Rp 71 juta dari rekening bank milik korban," ujar M Fahri Siregar saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Jumat (5/8/2022).

Ia mengatakan, modus para tersangka dalam beraksi ialah mengganjal lubang untuk memasukkan kartu ke mesin ATM menggunakan tusuk gigi.

Baca juga: Ini Ciri-ciri Pelaku Pembobol ATM di Indihiang Kota Tasik, Pakai Motor Bebek, Beraksi Seorang Diri

Nantinya, saat ada yang menggunakan ATM itu dan mengalami kesulitan, mereka berpura-pura membantu kemudian menukar kartunya.

Selanjutnya mereka mentransfer uang yang tersimpan di rekening bank korban ke rekening bank salah satu tersangka dan menarik tunai untuk dibagi rata.

"Bahkan, termasuk untuk kebutuhan operasional dalam aksi kejahatan komplotan tersebut, ada bagian khususnya," kata M Fahri Siregar

Pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti dari mulai 22 kartu ATM palsu, pakaian, uang tunai, ponsel, tusuk gigi, mobil, dan lainnya.

Selain itu, atas perbuatannya para tersangka juga dijerat Pasal 363 KUHP dan diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (*)

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved