Jual Paksa Bendera Merah Putih, Para Pemuda di Sukabumi Didatangi Polisi, Disuruh Lakukan Ini

Sekitar 10 pemuda yang menjual paksa bendera merah putih ukuran kecil seharga Rp 5.000 di Jalan Raya Nasional III Kabupaten Sukabumi

Istimewa/ Dok Polsek Warungkiara
Polisi menghentikan sekelompok pemuda yang menjual paksa bendera merah putih di tengah jalan raya Nasional III, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/8/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Polisi menghentikan sekelompok pemuda yang menjual paksa bendera merah putih di tengah Jalan Raya Nasional III, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/8/2022).

Ada sekitar 10 pemuda yang menjual paksa bendera merah putih ukuran kecil seharga Rp 5.000 tersebut.

PLH Kapolsek Warungkiara, Ipda Usman mengatakan, pihaknya juga memberikan peringatan tegas kepada sekelompok pemuda tersebut untuk tidak melakukan hal serupa.

Ia pun mengarahkan agar mereka berjualan selayaknya di pinggir jalan menunggu pembeli datang, bukan menjual paksa dengan menghentikan pengendara yang melintas.

Baca juga: 2 Preman di Sukabumi Jual Paksa Bendera Merah Putih, hanya Menunduk saat Didatangi Polisi

"Itu sudah saya beri pengertian supaya tidak berjualan di jalan dengan cara menghentikan kendaraan, kan dia jual bendera kecil merah putih itu dengan harga Rp 5.000, mereka sudah memahami, saya bilang saya petugas dari Polsek Warungkiara tidak ada menjual bendera dengan cara menghentikan kendaraan, kalau memang para pemuda itu terus melakukan hal ini, tentunya nanti akan ada tindakan dari Polres," ujarnya via telepon.

"Mereka alhamdulillah memahami hal tersebut dan sekarang sudah dihentikan, termasuk tadi ada pembatas jalan di tengah jalan raya itu, tapi sekarang sudah tidak ada," jelasnya.

Ia menegaskan, jika kembali kedapatan melakukan jual paksa bendera dengan menghentikan kendaraan di jalan raya nasional itu, pihaknya akan melakukan tindakan tegas, karena hal itu sudah melanggar aturan.

"Kalau ini masih berjualan (paksa) lagi, ini akan ada tindakan dari Polres, bukan hanya mengimbau, tapi juga menekankan untuk tidak menjual, apalagi dengan cara menghentikan kendaraan, kewenangannya dari mana, apalagi ada pemaksaan, itu sudah merupakan pelanggaran hukum. Saya bilang, sebelum ini terlanjur silahkan hentikan, kalau mau jualan silahkan kaya yang di samping itu tidak menghentikan kendaraan, menunggu pembeli datang," ucap IPDA Usman.

Salah seorang pengendara asal Cangehgar, Palabuhanratu berinisial W (30) mengaku, pernah dihentikan sekelompok pemuda yang menjual bendera secara paksa di lokasi tersebut.

Baca juga: Berharap Rezeki di Bulan Kemerdekaan Penjualan Bendera Merah Putih Musiman Mulai Marak di Majalengka

"Iya tadi kan lewat sana mau pulang ke Palabuhanratu dari Sukabumi, saya kan kondisi lagi cepat, tiba-tiba dihentikan dan membuat kaget, kan jadi bahaya, kalau mau berjualan jangan seperti itu, bahaya. Jualan di pinggir aja, atau di jalan-jalan kampung yang gak banyak dilintasi kendaraan," ucapnya.*

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved