Perundungan Anak di Tasik

Polisi Dalami Keterlibatan Orang Dewasa dalam Kasus Perundungan Bocah dengan Kucing di Tasik

Polisi bakal mendalami ada tidaknya keterlibatan pelaku dewasa dalam kasus perundungan bocah 11 tahun di Tasikmalaya. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat diwawancarai, Kamis (27/4/2022) siang. Polisi bakal mendalami ada tidaknya keterlibatan orang dewasa dalam kasus perundungan anak di Tasikmalaya.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi bakal mendalami ada tidaknya keterlibatan orang dewasa dalam kasus perundungan anak di Tasikmalaya. 

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, seluruh informasi yang masuk, akan ditampung dan dilakukan pendalaman dalam kasus perundungan anak di Tasik tersebut. 

"Ya, jadi semua nanti akan berusaha kita perjelas, karena sampai sekarang belum ada laporan dari pihak korban atau pihak keluarga. Tapi, kita lakukan pendalaman untuk menyelidiki atau melakukan klarifikasi untuk bisa memperjelas peristiwa atau kejadian tersebut," ujar Ibrahim, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (22/7/2022). 

Saat ini, tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jabar sudah diturunkan untuk membantu Polres Tasikmalaya mencari faktor utama penyebab meninggalnya bocah tersebut. 

"Ini yang perlu kita lakukan pendalaman dan memang ada beberapa opini yang terbentuk dengan adanya bully tersebut di mana akhirnya korban meninggal dunia. Dan ini memang perlu kita perjelas semua supaya kita bisa memahami apakah kejadian bullying-nya ini yang menyebabkan kematian. Ini kan masih menjadi pertanyaan," katanya. 

"Ini semua yang akan kita lakukan pendalaman dulu, tetapi terkait fokus dari tim tersebut, ini memperjelas dulu peristiwa kejadian tersebut," tambahnya. 

Sebelumnya, seorang anak berusia 11 tahun di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal karena depresi.

Penyebabnya, korban mengalami depresi sehingga tak mau makan karena rekaman video korban dipaksa teman-temannya berbuat tak senonoh dengan kucing menyebar di medsos. 

Akibat kejadian itu, korban malu dan tertekan hingga depresi.

Baca juga: Jangan Salah Paham, Tak Ada Persetubuhan Antara Bocah SD dengan Kucing di Tasik, Ini Penjelasannya

Baca juga: Kasus Perundungan Anak di Tasikmalaya, Polisi Bertindak Hati-hati, Sudah Periksa 15 Saksi

Belakangan korban pun tak mau makan hingga kondisinya drop dan akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved