Perundungan Anak di Tasik

Kasus Perundungan Anak di Tasikmalaya, Polisi Bertindak Hati-hati, Sudah Periksa 15 Saksi

Polisi memeriksa belasan saksi yang berkaitan dengan meninggalnya bocah berusia 11 tahun asal Tasikmalaya. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat diwawancarai di Pos Pengamanan Pamulihan, Sumedang, Kamis (27/4/2022) siang. Ibrahim mengatakan, polisi sudah memeriksa 15 saksi terkait kasus perundungan anak yang terjadi di Tasikmalaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi memeriksa belasan saksi kasus perundungan anak yang berkaitan dengan meninggalnya bocah berusia 11 tahun asal Tasikmalaya

Bocah tersebut diduga meninggal setelah depresi akibat mendapat perundungan dari teman-temannya. 

"Jadi, tim sudah turun untuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Termasuk beberapa orang yang diperkirakan ada di tempat pada saat kejadian tersebut," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (22/7/2022). 

Menurutnya, total sudah ada 15 saksi yang diperiksa polisi berkaitan dengan peristiwa perundungan terhadap bocah tersebut. 

"Termasuk keluarga korban. Tapi kita baru memeriksa dalam tahap interogasi," katanya. 

Baca juga: Perundungan Bocah 11 Tahun di Tasikmalaya, Polisi: Kami Cek Siapa yang Bertanggung Jawab

Ibrahim mengatakan, dalam penanganan kasus ini pihaknya sangat berhati-hati lantaran korban dan pelaku masih di bawah umur. 

"Jadi, memang kita harus hati-hati untuk melihat proporsi untuk menangani permasalahannya. Apalagi ini memang kita tahu yang melakukan bully ini kan memang anak-anak ya," ucapnya.

Sebelumnya, ada bocah asal Tasikmalaya yang mendapat perundungan dari teman-temannya berupa disuruh bersetubuh dengan kucing.

Aksi itu direkam dan videonya tersebar.

Baca juga: Kawasan Pusat Kota Tasikmalaya Ditata Jadi Kawasan Pedestrian, Para Pemilik Toko Pun Protes

Akibarnya, si anak mengalami depresi sehingga tidak mau makan yang kemudian meninggal saat menjalani perawatan. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved