Tagih Janji Manis, Ribuan Nakes Berunjuk Rasa di Kantor DPRD Garut, Minta Kuota P3K Ditambah

"Dulu kami diberi janji manis, kami terdepan dalam urusan Covid-19, nyawa kami taruhannya. Kami tagih janji manis itu," perwakilan tenaga kesehatan

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Ribuan tenaga kesehatan di Kabupaten Garut kembali berunjuk rasa di halaman Gedung DPRD Garut untuk meminta penambahan kuota P3K, Senin (4/7/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Ribuan tenaga kesehatan (nakes) kembali berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Garut, Senin  (4/7/2022). Sebelumnya, para nakes juga berunjuk rasa di gedung DPRD Garut.

Mereka meminta agar bupati Garut menambah kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja  (P3K) untuk tenaga kesehatan.

Pemkab Garut hanya mengusulkan 100 formasi P3K tenaga kesehatan, perinciannya 75 orang untuk di Dinas Kesehatan (Dinkes) dan 25 orang untuk ditempatkan di rumah sakit

Total nakes yang terdata dalam Sistem Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) ada 2.064 orang.

"Kami khawatir kalau kuota hanya 100 bagi nakes karena kemungkinan pada 2023 pelayanan kesehatan bisa runtuh. Saya kira yang menjadi pemikiran bersama," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Garut, Karnoto, ketika diwawancarai Tribunjabar.id di sela-sela aksi unjuk rasa para nakes.

Baca juga: Ratusan Tenaga Honorer Nakes di Garut Berunjuk Rasa, Minta Keadilan Soal Kuota PPPK

Ia menuturkan ada ribuan nakes yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Garut.

Mereka meminta untuk bertemu dan berbicara langsung dengan Bupati Garut Rudy Gunawan.

"Kami melihat ada ribuan kawan-kawan nakes yang turun ke jalan. Kami menerima dan insyallah dalam kesempatan ini bupati menyatakan siap untuk hadir," ucapnya.

Jika keinginan para nakes tersebut tidak terpenuhi, ucapnya, dikhawatirkan akan berdampak pada pelayanan di unit-unit kesehatan yang tersebar di Kabupaten Garut.

"Jika pelayanan tidak bisa memenuhi pelayanan standar, jangan salahkan teman-teman nakes kalau pelayanan kesehatan di lapangan itu tidak memenuhi ekspektasi masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Terancam Menganggur, Honorer Nakes di Indramayu Audiensi ke BKPSDM, Cerita Perjuangan Saat Pandemi

Pantauan Tribunjabar.id saat ini unjuk rasa masih berlangsung di halaman gedung DPRD.

Beberapa perwakilan sudah memasuki aula rapat DPRD Garut untuk bertemu dengan Bupati Garut.

Salah satu orator dalam unjuk rasa tersebut menagih janji manis Pemkab yang akan memberikan posisi terbaik di dunia kesehatan.

Janji tersebut diucapkan saat mereka berjuang paling depan dalam penanganan Covid-19.

"Dulu kami diberi janji manis, kami paling depan dalam urusan Covid-19, nyawa kami taruhannya, sekarang kami tagih janji manis itu," ucapnya.

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved