Soal Kebijakan Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang di Indramayu Sebut Ribet

pedagang sembako di Pasar Baru Indramayu menilai penggunaan aplikasi PeduluLindungi hanya akan menyulitkan pembeli dan pedagang.

Tribun Jabar/Handhika Rahman
Pedagang sembako di Pasar Baru Indramayu, Juharni Fajri (34), Senin (27/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) seharga Rp 14 ribu per liter untuk warga kurang mampu coba diterapkan pemerintah.

Untuk skema pembelian MGCR ini akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau dengan menunjukkan NIK. Hal ini untuk mengatasi pembelian secara berulang oleh masyarakat.

Sosialisasi skema ini pun mulai dilakukan pada Senin (27/6/2022) hingga dua pekan ke depan.

Soal kebijakan tersebut, pedagang sembako di Pasar Baru Indramayu menilai penggunaan aplikasi PeduluLindungi hanya akan menyulitkan pembeli dan pedagang.

Seorang pedagang, Juharni Fajri (34), mengatakan penggunaan aplikasi untuk pembelian minyak goreng dirasa sangat ribet.

Baca juga: Aturan Baru, Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi atau NIK, Segera Disosialisasi

"Ribet apalagi harus ngelayanin satu-satu dicekin lewat aplikasi PeduliLindungi," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di lapak jualannya.

Juharni mengatakan, di pasar tradisional khususnya, tidak semua pembeli mengerti memakai ponsel android.

Tidak sedikit pula, pembeli yang sudah lanjut usia dan tidak paham menggunakan aplikasi di ponsel.

Penerapan kebijakan itu, menurut dia, hanya akan mempersulit pembeli dalam berbelanja.

"Kalau di pasar tradisional kan yang beli itu masyarakat menengah ke bawah dan enggak semua ngerti HP, tapi tidak tahu kalau pasar modern," ujar dia.

 

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved