Kenali Tujuan dan Manfaat Pemeriksaan Laboratorium Untuk Mendeteksi Hepatitis

Hepatitis merupakan istilah umum penyakit yang merujuk pada peradangan yang terjadi di organ hati disebabkan oleh infeksi virus, amoeba, atau bakteri

Penulis: Cipta Permana | Editor: bisnistribunjabar
Dokter Spesialis Patalogi Klinik dari Santosa Hospital Bandung Kopo, dr. Suryani Hartati Oetojo Sp. PK 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tribunners, selama ini kita tentunya sudah tidak asing saat mendengar Hepatitis dalam istilah kedokteran kan. Hepatitis merupakan istilah umum penyakit yang merujuk pada peradangan yang terjadi di organ hati (liver).

Umumnya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, amoeba, atau bakteri. Virus yang dapat menyebabkan hepatitis yang sudah diidentifikasi yaitu, hepatitis A, B, C, D, dan E.
Meski demikian, hepatitis dapat juga disebabkan oleh kondisi lain, seperti obesitas, kebiasaan minum alkohol, serta konsumsi obat-obatan tertentu.

Pengobatan untuk hepatitis biasanya akan dilakukan berdasarkan penyebab dan jenisnya. Untuk itu, proses diagnosis hepatitis menjadi penting, guna mengetahui seperti apa dan separah mana kondisi yang dialami.

Dokter Spesialis Patalogi Klinik dari Santosa Hospital Bandung Kopo, dr. Suryani Hartati Oetojo Sp. PK menjelaskan, pemeriksaan laboratorium untuk hepatitis menjadi salah satu diagnosis, yang bertujuan untuk menegakkan diagnosis hepatitis dan mencari penyebabnya.

Dokter Spesialis Patalogi Klinik dari Santosa Hospital Bandung Kopo, dr. Suryani Hartati Oetojo Sp. PK
Dokter Spesialis Patalogi Klinik dari Santosa Hospital Bandung Kopo, dr. Suryani Hartati Oetojo Sp. PK 

Pemeriksaan lab untuk hepatitis sendiri biasanya meliputi pemeriksaan darah rutin (hemoglobin, leukosit, eritrosit, hematokrit, dan trombosit) untuk menentukan kondisi klinis pasien, kemudian pemeriksaan untuk menentukan fungsi hati.

"Pemeriksaan untuk menentukan fungsi hati yang rutin diperiksa yaitu, parameter SGOT/AST dan SGPT/ALT Serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) adalah enzim yang biasanya ditemukan pada organ hati (liver), jantung, ginjal, hingga otak. Sedangkan SGPT atau serum glutamic pyruvic transaminase adalah enzim yang paling banyak dijumpai dalam liver," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (13/6/2022).

Menurutnya, pemeriksaan SGOT dan SGPT biasanya akan dilakukan secara bersamaan untuk menentukan peningkatan kadarnya disebabkan oleh kerusakan hati atau lebih karena kerusakan organ lainnya.

Selain itu, pada pasien hepatitis biasanya terdapat kondisi ikterik atau kekuningan pada kulit dan mata, sehingga sering disebut “sakit kuning”. Derajat kekuningan ini dapat diperiksa dengan pemeriksaan bilirubin.

Bilirubin merupakan produk metabolisme darah di hati. Jadi bila hatinya mengalami peradangan, bilirubin ini dapat meningkat kadarnya.

"Tujuan pemeriksaan laboratorium pada hepatitis untuk menentukan derajat berat ringan penyakit dan untuk follow up setelah terapi," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved