KPU Jabar Gelar Rapat dengan Forkopimda, Tingkatkan Sinergi Sukseskan Pemilu Serentak 2024

KPU Jabar menggelar rapat koordinasi dengan Forkopimda untuk tingkatkan sinergi sukseskan Pemilu Serentak 2024

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Siti Fatimah
KPU Jawa Barat gelar Rapat Koordinasi bersama 27 KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan Forkopimda Jawa Barat di Hotel Ibis Trans Luxury, Selasa (31/5/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi bersama 27 KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat di Hotel Ibis Trans Luxury, Selasa (31/5/2022).

Rapat ini juga dihadiri masing-masing perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat diantaranya yaitu Dir. Intelkam Polda Jabar Kombes Pol Ruslan Efendi, Kasdam III Siliwangi Brigjen TNI Asep Syaripudin dan Kepala Kesbangpol Jawa Barat Iip Hidajat.

Adapun rapat ini bertujuan untuk mengkoordinasikan kesiapan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) pada tahun 2024 nanti dan persiapan tahapan Pemilu pada 14 Juni tahun ini.

Baca juga: Tahapan Pemilu Serentak Dimulai 14 Juni 2022, KPU Pastikan Tepat Waktu

Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok mengatakan, adanya Forkopimda ini merupakan sinergi untuk mensukseskan Pemilu serentak tahun 2024 dengan semangat akur sauyunan dan babarengan.

"InsyaAllah dengan adanya dukungan dari Forkopimda ini bisa siap menghadapi Pemilu serentak dan dapat meningkatkan kualitas pelayanannya," ucap Rifqi Ali Mubarok saat membuka Rapat Koordinasi di Hotel Ibis Trans Luxury, Selasa (31/5/2022).

Dalam kesempetannya itu, dirinya juga mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu serentak pada 14 Februari 2024 dan Pilkada serentak pada 27 November 2024.

"Kami tidak berhenti mengevaluasi kegiatan Pemilu pada tahun sebelumnya yaitu di 2019 dan Pilkada 2020. Hal ini dikarenakan kami dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas Pemilu serentak nanti," katanya.

Baca juga: Ini Penjelasan KPU Mengenai Data Pensiunan TNI-Polri di Kota Cirebon yang Disoroti Bawaslu Jabar

Melihat kesuksesan Pilkada 2020, KPU akan tetap menggunakan aplikasi e-rekap atau Sistem Rekapitulasi Elektronik (Sirekap) pada pelaksanaan Pemilu 2024.

Menurut Rifqi, penggunaan aplikasi tersebut sangat efisen dalam memangkas beban kerja dan logistik pada proses perhutangan suara. "Pada Pemilu 2019, petugas KPPS harus mengisi 70 formulir untuk diserahkan. Namun sekarang cukup difoto saja formulir C1 pleno dengan aplikasi Sirekap," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pada Pemilu dan Pilkada 2024 nanti, diperkirakan ada 33 juta pemilih dan 120 ribu TPS. Ia menargetkan pada Pemilu serentak nanti akan menembus 80 persen yang ikut pencoblosan.

Baca juga: Pemkot Bandung dan KPU Sosialisasikan Pemilu dan Pilkada yang Berlangsung Februari dan November 2024

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Barat, Iip Hidajat menjelaskan, untuk menunjang kegiatan Pemilu dan Pilkada 2024, pihaknya telah mempersiapkan dana sekitar Rp 1,5 triliun.

"Dana ini nantinya akan dikelola oleh KPU sebesar Rp 1,1 triliun dan sisanya akan disalurkan untuk Bawaslu Rp 150 miliar dan pengamanan Rp 200 miliar," ucap Iip.

Iip mengatakan, pendanaan ini telah diatur dalam Perda DCD (Dana Cadangan Daerah) dan akan dialokasikan secara tahunan mulai dari APBD Jabar 2022, 2023 dan 2024.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved