Cacar Monyet Mewabah di Sejumlah Negara, Berikut Cara Pencegahannya

Cacar monyet mulai mewabah disejumlah negara karena itu perlu tahu cara pencegahannya

SHUTTERSTOCK

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah terpapar berbagai penyakit termasuk wabah cacar monyet atau monkeypox.

Penyakit ini disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili Poxviridae yang bersifat highly pathogenic.

"Kami berupaya preventif pencegahan dalam hal ini sosialisasi dan menyampaikan terutama PHBS-nya. Perilaku hidup bersih dan sehat karena untuk penanganan dan sebagainya, kami menunggu sesuai dengan pedoman yang disampaikan oleh Kemenkes," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan  Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi, di Gedung Sate Bandung, Rabu (25/5).

Baca juga: FAKTA Seputar Cacar Monyet atau Monkeypox, Begini Gejala Awal serta Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Vini menuturkan Dinkes Jawa Barat hingga saat ini masih menunggu arahan Kementerian Kesehatan terkait wabah penyakit cacar monyet.

"Untuk cacar monyet sekali lagi pada prinsipnya menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan," kata dia.

Selain itu, lanjut dr Vini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga telah menyampaikan instruksi ke dinas kesehatan tingkat kabupaten dan kota terkait tindakan pencegahan penyakit tersebut.

"Tapi kalau untuk promosi preventif pencegahannya sudah kami sampaikan kepada seluruh dinas kota kabupaten. Jadi memang dalam hal ini seperti Flu Singapura yang pada anak-anak lalu pada binatang pun termasuk penyakit gigi dan mulut," kata dia.

Baca juga: Mengenal Infeksi Cacar Monyet, Sudah Menyebar di Sejumlah negara, Apa Ciri-cirinya?

Wabah cacar monyet (monkeypox), yang telah diidentifikasi di sejumlah negara, terutama wilayah Eropa, telah mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengatur pertemuan darurat, menurut laporan terbaru. 

Pertemuan tersebut juga diadakan di tengah kasus di Inggris yang diperkirakan akan berlipat ganda menjadi 11 kasus pada Jumat (20/5).

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved