Breaking News:

Wagub Jabar Singgung Hukum Islam soal Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati Hingga Kebiri Kimia

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan penegak hukum sudah bijaksana dalam menangani kasus Herry Wirawan, pelaku rudapaksa 13 santriwati.

Foto: Biro Adpim Jabar
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menghadiri peresmian Layanan Syariah Bank Umum Haji Tahap II bank bjb dan bank bjb syariah, serta Penambahan Fitur Layanan Setoran Awal BIPIH melalui Mobile Maslahah bank bjb syariah di Ballroom Hotel Pullman, Kota Bandung, Jumat (7/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan penegak hukum sudah bijaksana dalam menangani kasus Herry Wirawan, pelaku rudapaksa 13 santriwati.

"Intinya mungkin saya berharap aparat penegak hukum bisa bijaksana dan kami yakin akan bijaksana karena instrumen di pengadilan sudah jelas, pasal ini yang dilanggar, ini tuntutannya," ucap Uu melalui ponsel, Kamis (13/1).

Uu meminta masyarakat dan berbagai pihak untuk tidak terlalu bereaksi kepada hasil persidangan kepada terdakwa karena sudah menjadi tugas masyarakat untuk tetap percaya kepada aparat penegak hukum dengan segala keilmuannya.

"Terus juga kalaupun terjadi hukuman yang ditentukan ya kita jangan terlalu bereaksi pro ataupun kontra, percayakan sajalah gitu. Sudah kita jangan dijadikan polemik lagi," kata Uu.

Baca juga: Herry Wirawan Sudah Penuhi Syarat Dihukum Mati, MUI Jabar Harap Hakim Kabulkan Tuntutan Jaksa

Atas kejadian ini, Uu mengatakan pesantren dianggap menjadi lembaga pendidikan yang negatif di mata sebagian masyarakat. Uu berharap stigma itu jangan disamaratakan terhadap lembaga lain.

"Jangan sampai ada stigma negatif kepada pesantren terhadap kejadian yang sekarang sedang kita lalui. Banyak pesantren dan lembaga pendidikan agama yang layak untuk dipercaya," kata Uu.

Uu juga meminta seluruh masyarakat untuk bisa waspada terhadap apapun yang terjadi, jangan sampai memberikan kepercayaan sepenuhnya terhadap orang lain.

"Yang perlu dibangun oleh kita tetap kewaspadaan diantara kita semua, jangan sampai kita percaya terhadap sesuatu itu 100 persen tanpa ada kontrol," tutur Uu.

Baca juga: Jika Tak Diteken Jokowi, Bisa Jadi Herry Wirawan yang Hamili Santriwati Tidak Dituntut Hukuman Mati

Tuntutan tuntutan hukuman mati, kebiri kimia, perampasan aset, denda Rp 500 juta hingga restitusi Rp 331 juta pada Herry Wirawan dibacakan langsung Kepala Kejati Jabar, Asep N Mulayana, yang menjadi jaksa penuntut umum dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE. Martadinata, Selasa (11/1). 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved