Breaking News:

Jika Tak Diteken Jokowi, Bisa Jadi Herry Wirawan yang Hamili Santriwati Tidak Dituntut Hukuman Mati

Jaksa Kejati Jabar meminta hakim jatuhkan hukuman mati untuk Herry Wirawan, terdakwa rudapaksa 13 santriwati di Kota Bandung.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Tangkap Layar Kanal Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan 2021 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Jaksa Kejati Jabar meminta hakim jatuhkan hukuman mati untuk Herry Wirawan, terdakwa rudapaksa 13 santriwati di Kota Bandung.

Tuntutan hukuman mati itu dibacakan jaksa di sidang tertutup di Pengadilan Negeri Bandung pada Selasa (11/1/2022).

Tuntutan yang disampaikan jaksa pada Herry Wirawan termasuk pidana maksimal karena terbukti melakukan tindak pidana Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Baca juga: HERRY Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Gunakan Simbol Agama Untuk Rudapaksa 13 Santriwati

Undang-undang Perlindungan Anak sendiri diatur di Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 yang kemudian diubah di Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016.

Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 mengatur tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Di Undang-undang Perlindungan anak versi pertama di nomor 23 tahun 2002, tidak mengatur soal hukuman mati.

Barulah di Perppu Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-undang Perlindungan Anak mengatur hukuman mati.

Perppu itu diteken Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi pada 25 Mei 2016. Kemudian pada November 2016, Perppu itu ditetapkan jadi Undang-undang Nomor 17 tahun 2016.

Baca juga: FOTO-FOTO Herry Wirawan Ustaz Bejat di Bandung Dituntut Hukuman Mati, Aset Dirampas dan Kebiri Kimia

Adapun bunyi pasal yang mengatur hukuman mati di Perppu yang sudah jadi Undang-undang Nomor 2016 itu, diatur di Pasal 81 ayat 5:

Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D menimbulkan korban lebih dari
1 (satu) orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, pelaku dipidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 (sepuluh).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved