Rabu, 3 Juni 2026

Polisi Ringkus Komplotan Begal yang Beraksi di Kabupaten Bandung, Satu Pelaku Ditembak

Komplotan begal dan jambret di Kabupaten Bandung, diringkus oleh jajaran Polresta Bandung.

Tayang:
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Lutfi Ahmad
Enam pelaku begal ditangkap Polresta Bandung dan kini mendekam di tahanan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Komplotan begal dan jambret di Kabupaten Bandung, diringkus oleh jajaran Polresta Bandung.

Enam pelaku begal dan jambret tersebut, hanya bisa tertunduk dan tak bringas saat melakukan aksinya saat  digiring di Mapolresta Bandung, Senin (13/12/2021).

Bahkan satu orang terpincang-pincang karena dihadiahi timah panas di kakinya setelah melawan petugas saat ditangkap.

Baca juga: Masih Ada Pungli, Pencetakan KTP-el di Bandung Barat Kini Mulai Gunakan Mesin ADM

Kapolresta Bandung, Kombes Hendra Kurniawan, mengungkapkan, pihaknya kembali rilis kasus pencurian dengan kekerasan atau jambret.

"Sekaligus juga ada ada ambil paksa kendaraan bermotor," ujar Kombes Hendra Kurniawan, di Mapolresta Bandung, yang berada di Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (13/12/2021).

Menurut Hendra, saat mereka melakukan aksinya saat ini cukup sadis.

"Sebab menggunakan senjata tajam dan ada korbannya, sampai terluka," kata Hendra.

Adapun pelaku yang berhasil diamankan, yakni RF alias Asem (33), R alias Sinyo (34), YS alias Ojo (34), L (28), A (22), dan RRS alias Tomlen (28). Hendra mengatakan, ke enam pelaku berasal dari Kabupaten Bandung dan berhasil ditangkap masih di Wilayah Kabupaten Bandung.

Baca juga: TERUNGKAP, Mengapa Para Korban Bisa Masuk Pesantren Milik Herry Wirawan, Ternyata Juga Tak Gratis

"Tiga orang pelaku merupakan residivis dan tiga orang masih baru," kata dia.

Hendra mengatakan, pada prinsipnya enam orang pelaku, melakukan aksinya di TKP yang berbeda.

"Tetapi mereka saling kenal, kemungkinan ada kordinasi," tuturnya.

Berdasarkan pengakuan dari pelaku, kata Hendra, sedikitnya ada 35 TKP.

"Tetapi yang sudah benar benar ada TKP nya, di wilayah kami dan menjadi dasar penegakkan hukum, itu ada tiga laporan polisi," ujarnya.

Hendra memaparkan, rata-rata mereka melakukan aksinya setelah matahari tenggelam.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved