Breaking News:

Guru Rudapaksa Santriwati

TERUNGKAP, Mengapa Para Korban Bisa Masuk Pesantren Milik Herry Wirawan, Ternyata Juga Tak Gratis

Belasan santriwati di Garut menjadi korban kebejatan guru pesantren Herry Wirawan. 

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Ravianto
Tribun Jabar
YY (44), ayah salah satu korban rudapaksa guru bejat Herry Wirawan, saat diwawancarai di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Serikat Petani Pasundan, Jumat (10/12/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Belasan santriwati di Garut menjadi korban kebejatan guru pesantren Herry Wirawan

7 orang di antaranya sudah melahirkan dan satu orang pernah melahirkan dua kali sehingga total bayi yang dilahirkan akibat perbuatan Herry Wirawan adalah 9 anak.

Herry Wirawan diketahui merudapaksa santriwati itu dalam lima tahun terakhir.

Rata-rata korbannya merupakan warga Garut dan tersebar di dua Kecamatan yakni Cibiuk dan Cibalong Garut Selatan.

Kini terungkap bagaimana para korban tersebut bisa bersekolah di sana.

Korban yang berasal dari Garut Selatan ternyata mengetahui ada sekolah yang memberikan pendidikan gratis dari keluarga istri pelaku yang berada di  Cibalong.

"Si Herry ini, istrinya punya sepupu di Cibalong dari sepupunya itulah korban tahu ada sekolah itu, jadi pada daftar," ujar kakak korban, AN (34) saat dihubungi Tribunjabar.id, Senin (13/12/2021).

Dari sepupunya tersebut korban saling ajak satu sama lain kepada korban lainnya.

Korban yang berasal dari Cibalong masih bertetangga karena saling memberitahu saat hendak masuk ke pesantren tersebut.

Keluarga korban pun tergiur lantaran pesantren tersebut menawarkan pendidikan gratis, keluarga hanya cukup memberikan uang jajan bulanan secara langsung kepada anaknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved