Breaking News:

Tiba-tiba 12 Kades di Sumedang Terima Surat Larangan Menyadap Getah Pinus di Gunung Kareumbi

Balai Besar Konvervasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar meminta sejumlah warga di sekitar hutan Gunung Kareumbi berhenti menyadap getah pinus. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Mega Nugraha
Istimewa/Dok Idi Kusnadi Kades Jaya Mekar
Sejumlah warga saat mendatangai dan beraudensi dengan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Kamis (25/11/2021). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Balai Besar Konvervasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar meminta sejumlah warga di sekitar hutan Gunung Kareumbi berhenti menyadap getah pinus.

Alasannya, kawasan yang sering dilakukan penyadapan getah pinus termasuk dalam kawasan konservasi taman buru

Taman buru diatur di Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. Di aturan itu, taman buru merupakan kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat wisata berburu.

Baca juga: Upaya Pemkab Purwakarta Berikan Perlindungan dan Jaminan Sosial Masyarakat Berbuah Paritrana Award

Taman buru termasuk dalam kawasan hutan konservasi, yaitu kawasan hutan yang berfungsi untuk mengawetkan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Segala pemanfaatan dan aktivitas yang dilakukan di dalamnya harus mengikuti ketentuan konservasi.

Akibatnya, ratusan petani penyadap terancam kehilangan pekerjaan mereka. BBKSDA JAbar mengirim surat itu ke 12 kepala desa di dekat Gunung Kareumbi

Atas pemberitahuan itu, sejumlah kades di dekat Gunung Kareumbi mendatangi kantor BBKSDA Jabar di Bandung, Kamis (25/11/2021). 

Kades Cimarias, Kecamatan Pamulihan, Mamat Rohmat mengatakan bahwa di wilayahnya yang saling berdekatan ada empat desa yang sama-sama menerima surat pelarangan penyadapan itu. Desa-desa itu adalah Cimarias, Cinagerang, Cigendel, dan Cilembu. 

Para Kades kemudian menyampaikan jawaban atas surat tersebut, dalam bentuk tulisan dan melakukan audensi dengan pihak BBKSDA Jabar yang diwakili oleh Plt Kabid Teknis BBKSDA Jabar Himawan dan Kabag Kerjasama BBKSDA Jabar, Vitriana. 

Baca juga: Petani di Bandung Terancam Penjara 10 Tahun Garap Kebun Wortel di Cagar Alam Gunung Papandayan

"Kami dengan kades Jayamekar, Kecamatan Cibugel,  Kades Pelita Asih Kecamatan Selaawi dan Tokoh Masyarakat Desa Tanjung Wangi, Sindulang Kecamatan Cicalengka langsung ke BBKSDA, tanggapan dari BBKSDA sendiri bahwa surat itu terlalu keras," kata Mamat ditemui TribunJabar.id di Sumedang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved