Setelah Setahun Ketakutan, Lansia di Majalengka Ini Akhirnya Ikut Vaksinasi: Nggak Sakit, tapi . . .
Keikutsertaan Oyah menjadi salah satu peserta vaksinasi juga tak ada yang memaksa, melainkan keinginannya sendiri.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Hermawan Aksan
Jangankan mau mengunjungi gerai-gerai vaksin, saat adanya informasi adanya vaksinasi digelar di puskesmas setempat, ia enggan datang.
"Waktu awal-awal usia saya boleh divaksin, saya sama sekali tidak mau. Takut jarum, juga takut kenapa-kenapa gitu," ucapnya.
Namun, rasa ketakutan Oyah pelan-pelan mulai berasa pudar.
Selain karena ia sudah banyak mendengarkan dan menerima kabar manfaat vaksin, pihak-pihak dari perangkat desa juga selalu memberikan informasi pentingnya vaksinasi Covid-19.
Ditunjang lagi dengan kabar bahwa jika hendak melakukan pengurusan administrasi di mana pun atau bepergian, harus menunjukkan kartu vaksin.
"Tapi sekarang mah alhamdulilah katanya penting vaksin itu," jelas dia.
Selasa (26/10/2021), Oyah pun akhirnya memutuskan untuk vaksinasi Covid-19.
Keikutsertaan Oyah menjadi salah satu peserta vaksinasi juga tak ada yang memaksa, melainkan keinginannya sendiri.
Oyah memanfaatkan kegiatan vaksinasi massal yang dilaksanakan di Balai Desa Jatiwangi di lingkungan ia tinggal.
Oyah tak sendiri, bersama para tetangganya, mereka mendatangi gerai vaksinasi yang telah disiapkan oleh tim vaksinator dari Puskesmas Jatiwangi.
Sejak pukul 08.00 WIB, Oyah sudah berada di halaman balai desa.
Sebelumnya, ia juga telah mempersiapkan diri untuk divaksin dengan sarapan terlebih dahulu.
Di tempat ini, Oyah antre sekitar 30 menit.
Ada beberapa tahapan yang ia lewati, seperti pendaftaran, skrining, vaksinasi, pencatatan, dan observasi.
Oyah mengaku tidak mendapatkan kendala apa pun saat jarum suntik masuk ke lengan kirinya.