Curhat Tukang Odong-odong di Ciamis, Sudah Hias Kendaraan Agar Menarik, Tetap Sepi Peminat
Meski sudah beroperasi dan menghias kendaraannya agar menarik namun peminat mobil odong-odong masih sepi
Penulis: Andri M Dani | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Setelah sempat setahun menganggur karena pandemi, tukang odong-odong di Ciamis sebulan terakhir sudah mulai kembali beroperasi.
Melayani warga rekreasi keliling kampung dengan biaya murah meriah. Yang penting happy, senang ceria.
“Tapi penumpangnya masih sepi. Padahal sudah sebulan jalan kembali,” keluh Nandang (40), tukang dodong-odong, warga Dusun Caringin Desa Sukamaju Baregbeg Ciamis kepada Tribun Senin (11/10) sore.
Senin (11/10) sore tersebut Nandang dengan mobil odong-odong sedang nongkrong di daerah Kertasari Ciamis.
Baca juga: Terhalang Odong-odong Mogok Saat Nanjak, Avanza Masuk Jurang di Palabuhanratu Sukabumi
Dalam kondisi normal, odong-odong, melayani anak-anak untuk berekreasi naik odong-odong keliling kampung. Mulai dari Caringin terus ke Blok Perum Kertasari Bangunsirna, ke arah Liung Gunung- Cipaku/BBI dan kembali ke Caringin.
Dengan jarak tempuh lebih lebih dari 2 km tersebut, penumpang ditarif Rp 5.000/orang baik anak-anak maupun orang tuanya. Kapasitas penumpang untuk 20 orang.
Odong-odong milik Nandang hanya beroperasi setiap sore mulai pukul 16.00 sampai pukul 18.00. Rata-rata 4-6 kali keliling setiap sore membawa anak-anak rekreasi keliling kampung.
“Sekarang penumpangnya masih sepi. Tidak sampai 10 orang sekali jalan. Baru pulih 30%. Mungkin masyarakat masih enggan naik odong-odong,” katanya.
Baca juga: Rayuan Maut Sopir Odong-odong, Gadis 15 Tahun Terperdaya, Cabuli Korban di Bak Mobil Hingga Hamil
Meski penumpangnya baru 30% pulih menurut Nandang, untuk biaya operasional sudah tertutupi terutama untuk beli BBM.
“Harapannya sekarang warga tak perlu enggan naik odong-odong. Warga diimbau tidak takut naik odong-odong. Kami siap mengantar dan menghibur warga keliling kampung sambil naik odong-odong,” ujar Nandang.
Selama masa pandemi, menurut Nandang, ia sempat setahun mengganggur, mobil-mobil odong-odong tidak bisa beroperasi.
Setelah objek wisata kembali dibuka sejak sebulan lalu, odong-odong pun kembali turun ke jalan. “Tapi itu tadi, penumpangnya masih sepi,” katanya.
Padahal Nandang sudah mendisain mobil odong-odongnya semenarik mungkin, lengkap dengan gambar-gambar yang menarik bagi anak-anak .
Ada tirai dengan gambar tokoh kartun Dora Emon.
Baca juga: Mobil Odong-odong Makin Marak di Ciamis, Dalam Tiga Hari Terjadi Kecelakaan, Tidak Layak Jalan
Tentunya juga tak lupa, tersedia musik-musik dan lagu-lagu yang digemari anak-anak.
Selain melayani hiburan reguler keliling kampung setiap sore, menurut Nandang, odong-odongnya juga siap melayani carteran.
Terutama carteran untuk rekreasi ke objek-objek wisata.
“Seperti ke Cireong atau rekreasi air Sumber Jaya di Jalatrang. Ongkosnya Rp 20.000 pulang pergi. Ke Pangandaran juga bisa carteran, perhitungan ongkosnya Rp 50.000/orang pulang pergi. Coba naik kendaraan umum, ongkos Ciamis-Pangandaran bisa sampai Rp 50.000/orang. Itu pun sekali jalan, tidak pulang pergi,” ujar Nandang.
Nandang berharap ekonomi segera pulih, pademi segera berlalu, agar usaha kembali berjalan normal.
“Mudah-mudahan ekonomi segera pulih, dan usaha kembali normal,” harapnya