Breaking News:

Kata Pengamat Kenapa Tak Semua Kampus Langsung Laksanakan Perkuliahan Tatap Muka

Tidak semua kampus langsung merespons keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem A. Makarim.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Istimewa
Cecep Darmawan 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tidak semua kampus langsung merespons keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem A. Makarim.

Nadiem telah memberi lampu hijau kembali digelarnya perkuliahan tatap muka (PTM) secara terbatas bagi perguruan tinggi yang berada di wilayah PPKM level 1-3.

Pengamat kebijakan pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan, mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang membuat sejumlah kampus bersikap sangat hati-hati untuk segera menggelar PTM secara terbatas.

Ketiga hal itu meliputi kesiapan sarana prasarana dari penerapan PTM terbatas tersebut.

Sebab tidak semua kampus memiliki ruangan yang memadai untuk dapat menampung semua mahasiswa dalam pola pembatasan kapasitas mahasiswa.

Kemudian, tingkat ketercapaian vaksinasi Covid-19 dari sivitas akademika, dan jumlah mahasiswa yang sangat besar.

Sehingga jika dilaksanakan kegiatan akademik secara serentak, dikhawatirkan akan menimbulkan potensi penyebaran Covid-19.

"Jadi kenapa perguruan tinggi sangat berhati-hati, karena banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Terutama terkait jumlah sivitas akademika yang mencapai puluhan ribu orang, sedangkan murid di sekolahan hanya mencapai ratusan atau ribuan orang. Hal inilah yang perlu diantisipasi dan sangat diperhatikan dalam upaya mencegah terjadinya penularan Covid-19," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (13/9/2021).

Menurutnya, meskipun beberapa perguruan tinggi telah memastikan masa dari rencana kembali bergulirnya PTM terbatas, namun hal tersebut masih sangat bergantung dengan kebijakan dari pemerintah daerah setempat, terutama Satgas Penanganan Covid-19 di daerah dan kewilayahan masing-masing. 

"Dengan demikian, maka beberapa kampus yang telah menyatakan diri untuk bisa gelar PTM secara terbatas itu merupakan pilot project dari penerapan kebijakan pemerintah, yang masih akan dilakukan evaluasi terkait kesiapan pelaksanaan untuk dapat dilakukan di kampus lainnya," katanya. (*)

Baca juga: Petani Milenial Jawa Barat Mendunia, Bandara Kertajati Buka Layanan Ekspor Hasil Pertanian

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved