Breaking News:

Arcan Iuri Mantan Pelatih Persib dan Persija Sakit, Tabungan Habis Akhirnya Dideportasi

Lama tak terdengar di kancah sepakbola Indonesia, Arcan Iuri, mantan pelatih Persib Bandung ternyata hidup susah dan akhirnya dideportasi.

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Mega Nugraha
TRIBUN_BALI/RIZAL FANANY
Arcan Iurie saat memantau para pemain Borneo FC berlatih jelang pertandingan ujicoba lawan tim tuan rumah Bali united di Stadion Gelora Trisakti Kuta, Badung, Senin (1/6/2015) 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG- Lama tak terdengar di kancah sepakbola Indonesia, Arcan Iuri, mantan pelatih Persib Bandung ternyata hidup susah dan akhirnya dideportasi.

Saat datang ke Indonesia, pria asal Moldova itu mengarsiteki Persita Tangerang. Kemudian pada 2005-2006, dia melatih Persija.

Pada 2006-2007 dia melatih Persib Bandung dan mundur. Sejak memutuskan mundur dari Persib, dia sempat melatih Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Semen Padang, Madura United, Pusamania Borneo, Karketu Dili hingga terakhir Cilegon United.

Selama ini dia tinggal di Perumahan Graha, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Namun ia mengaku bolak-balik ke Bandung.

Sejak tidak jadi pelatih, ternyata dia sakit. Uang tabungan hasil jerih payahnya selama jadi pelatih di Indonesia habis. Dia juga tidak pindah kewarganegaraan.

Baca juga: Mantan yang Bela Bali United Ini Siap Jegal Persib Bandung, Tak Akan Biarkan ke Puncak Klasemen

Karena tabungannya habis ditambah sakit stroke, dia tidak mengurus dokumen keimigrasiannya.

Kasubsi) Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Karawang, Adrian Nugroho, mengatakan, Arcan Iurie mengaku mengetahui izin tinggal tetapnya (Kitap)-nya habis pada 2019. Namun ia tak dapat membayar denda overstay lantaran uangnya habis untuk berobat.

Hingga akhirnya, Arcan Iuri terpaksa dideportasi kembali ke negara asalnya Moldova pada pertengahan Juli 2021.

"Kita deportasi pada 16 Juli 2021, menggunakan pesawat Turkis Airlines dan transit di Istambul, kemudian melanjutkan ke Moldova," kata Adian Nugrojho, saat ditemui Tribun Jabar, Selasa (14/9/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved