Breaking News:

Pencurian di Puskesmas Cisempur Terekam CCTV, Pelaku Lebih dari Seorang Boyong Komputer Hingga Obat 

Kepolisian tengah menyelidiki kasus pencurian di Puskesmas Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang terekam CCTV.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Kepala Puskesmas Cisempur, Ana Pertiwi Ratna Wulan menunjukan jendela yang dijebol pelaku pencurian. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar.id Sumedang,  Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepolisian tengah menyelidiki kasus pencurian di Puskesmas Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kapolsek Jatinangor Kompol Aan Supriatna menuturkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian di Puskesmas tersebut.

"Masih dilakukan penyelidikan, nanti disampaikan perkembangannya," ujar Aan Supriatna kepada Tribun Jabar.id di Jatinangor, Selasa (7/9/2021).

Kapolsek mengatakan, aksi pelaku pencurian terekam kamera closed-circuit television (CCTV) di Puskesmas tersebut.

"Dugaan sementara, pelaku pencurian berjumlah 4 orang," tutur Aan.

Diberitakan sebelumnya, aksi pencurian terjadi di Puskesmas Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (6/9/2021) malam.

Sejumlah ruangan diacak-acak, dan sejumlah peralatan elektronik dirusak pelaku pencurian.

"Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku beraksi sekitar pukul 23.45 WIB, dan aksi pencurian ini baru diketahui pukul 06.30 WIB," kata Kepala Puskesmas Cisempur, Ana Pertiwi Ratna Wulan.

Ana mengatakan, pelaku pencurian masuk ke dalam Puskesmas dengan cara membobol jendela Puskesmas, dan sejumlah ruangan diacak-acak oleh pelaku pencurian 

Selain itu, kata Ana, sebelum menjalankan aksinya, pelaku terlebih dahulu merusak  3 unit kamera pemantau (CCTV) 

"Pelaku masuk lewat jendela yang berada di ruangan Intalasi Gawat Darurat (IGD)," ujarnya.

"Totalnya ada 7 unit komputer, 1 unit laptop, 1 alat detak jantung, dan sejumlah obat-obatan golongan G yang dicuri. Kalau vaksin gak dicuri, kerugian belum bisa ditaksir ya, masih pendataan" kata Ana, menambahkan. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved