Minggu, 10 Mei 2026

Rehabiilitasi

Bukan Dipenjara, Ini Alasan Pecandu Narkoba Harus Direhabilitasi

Obat-obatan terlarang atau narkoba seperti lingkaran setan, pengguna akan sulit lepas dan akhirnya menjadi pecandu. Seringkali kita melihat para...

Tayang:
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUNNEWS
Illustrasi: Pusat Rehabilitasi narkoba BNN 

Pada tahapan rehabilitasi pada langkah detoksifikasi pasien atau korban penyalahgunaan narkoba harus benar-benar bebas 100% dari zat terlarang itu. Tahapan ini akan membuat pasien mengalami gejala sakit di badan disertai rasa mual.

Tah hanya itu, pasien akan merasakan beban mental imbas dari mengonsumsi narkoba sebagai alat penenang diri. Dalam keadaan seperti ini, dokter akan memberikan obat untuk meredakan efek samping dan mewajibkan pasien minum air putih sebanyak mungkin dan menu makanan yang bergizi.

Stabilisasi

Setelah melewati tahapan detoksifikasi, pasien melanjutkan ke tahap stabilisasi. Target dari tahapan ini adalah untuk pemulihan dalam jangka panjang. Tim dokter kemudian memberikan obat yang harus dikonsumsi hingga rentang waktu yang telah ditentukan.

Dokter juga melakukan konseling pada pasien mengenai rencana masa depan setelah lepas dari narkoba. Langkah ini bertujuan agar psikologis pasien bisa terjaga di mana pengguna enggan untuk memakai narkoba lagi.

Baca juga: Anji Jalani Rehabilitasi Mulai Hari Ini Sambil Menunggu Pemberkasan Kasusnya Rampung

Baca juga: Millen Sempat Diantar Jemput Kakak, Dijaga Ketat Setelah Rehabilitasi, Kini Kena Kasus Narkoba Lagi

Pengelolaan Kegiatan

Bagi pasien yang sudah dinyatakan pulih akan beraktivitas sehari-hari secara normal. Meski begitu, tak membuat dirinya terbebas dari ancaman narkoba lagi. Tidak sedikit bekas pengguna narkoba yang telah sembuh namun kembali lagi memakainya.

Maka, bantuan dari keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk membantu menjalani aktivitas sehari-hari pasca pulih, agar pasien tak lagi mendekati barang haram itu. Selain tempat rehabilitasi dan dokter, keluarga dan lingkungan juga turut berperan dalam kesembuhan pasien.

Olahraga

Pasien yang sudah terbebas dari narkoba dianjurkan untuk rajin berolahraga. Bila mantan pengguna tak melakukan kegiatan sedikit pun, maka akan membuat tubuh lemah dan pikiran stres sehingga tidak menutup kemungkinan akan membuatnya memilih memakai narkoba lagi. Melakukan olahraga selain untuk kesehatan juga demi mengalihkan pikiran negatif.

Baca juga: Akhirnya Dwi Sasono Bebas setelah Rehabilitasi, Begini Potret Haru Langsung Kumpul Bareng Keluarga

Baca juga: Ditangkap Polisi Gegara Sabu-sabu, Penyanyi Rinada Ajukan Rehabilitasi

Terapi Akupuntur

Terapi yang berasal dari negeri China ini dipercaya bisa menyembuhkan sejumlah penyakit. Metode ini rupanya juga bisa digunakan sebagai alternatif pemulihan pasien pengguna narkoba. Teknik ini dapat meredakan perasaan tak nyaman yang diderita akibat putus obat atau sakau. Namun, sebelum memilih terapi ini sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter terkait.

Fasilitas rehab premium seperti di atas bisa didapatkan jika melakukan rehabilitasi di Ashefa Griya Pusaka yang berada di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ashefa Griya Pusaka menjadi satu-satunya tempat rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial swatsa terdepan dan terpercaya dalam pemulihan. Melalui Instagram @ashefagriyapusaka, dibagikan informasi seputar rehabilitasi narkoba. (*)

sumber: berbagai sumber

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved