Sabtu, 16 Mei 2026

Hasil Penelitian, Temu Kunci Bisa Bantu Pengobatan Kanker Payudara, Penyakit yang Ditakuti Perempuan

Sekelompok mahasiswa UGM Fakultas Farmasi meneliti potensi Temu Kunci untuk pengobatan kanker payudara

Tayang:
Editor: Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Selain kanker rahim atau ovarium, kanker lain yang paling ditakuti oleh kaum perempuan adalah kanker payudara. Kanker ini juga menyumbang kasus kematian yang cukup tinggi.

Biasanya mereka yang sudah divonis kanker payudara akan melakukan serangkaian pengobatan termasuk diantaranya kemoterapi.

Dikutip dari laman resmi UGM, Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan insidensi terbesar.

Pengobatan melalui kemoterapi merupakan salah satu upaya yang banyak dilakukan dalam pengobatan kanker payudara.

Baca juga: Bantu Hambat Kanker Payudara, Mahasiswa UGM Ini Manfaatkan Bunga Telang

Namun, kemoterapi memiliki sejumlah kelemahan seperti penymbuhan yang kurang tuntas sehingga terjadi resistensi obat akibat tingginya metabolisme sel kanker.

Hal ini ditandai dengan tingginya kadar enzim Glutathione S-Transferase (GST).

Oleh sebab itu, sekelompok mahasiswa Fakultas Farmasi melakukan penelitian untuk menemukan solusi dalam pengobatan kanker payudara.

Mereka meneliti potensi Temu Kunci (Boesenbergia pandurata) untuk pengobatan penyakit ini.

“Pada temu kunci mengandung senyawa Panduratin A, yang termasuk dalam golongan senyawa Kalkon. Senyawa ini terbukti mampu menghambat aktivitas enzim Glutathione S-Transferase (GST),” kata Aida Fathia, Jum’at (18/8) di kampus setempat.

Baca juga: Tak hanya Segar dan Nikmat, Jus Buah Delima Bantu Perangi Kanker Payudara

Melakukan penelitian bersama dengan Lisyaratih Anggriani, Rahajeng Fitria Wahyuniputri, Swandika Ayumarta Larasati, Ziana Walidah mereka berusaha mengeksplorasi potensi temu kunci sebagai agen kemoprevensi dalam menghambat metabolisme sel kanker secara in vitro dan in silico (secara komputasi).Penelitian dilakukan di bawah bimbingan Muthi’ Ikawati, M.Sc., Apt. 

Dalam penelitian tersebut menggunakan sel kanker payudara 4T1.

Sementara kemampuan ekstrak temu kunci (ETK) dalam menghambat metabolisme sel kanker 4T1 ini diamati melalui aktivitas enzim GST dan level ROS dalam sel.

Berdasar uji sitotoksik yang dilakukan, Aida menyampaikan hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak temu kunci berpotensi memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker payudara 4T1.

Baca juga: Daun Sirih Bisa Hambat Pertumbuhan Sel Kanker, Termasuk Kanker Payudara, Begini Cara Penggunaannya

Penurunan aktivitas enzim GST terlihat dari peningkatan konsentrasi ROS seiring penambahan konsentrasi ETK pada sel kanker payudara 4T1.

Dari uji molecular docking, diperoleh hasil senyawa Panduratin A pada temu kunci mampu berikatan dengan enzim GST.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved