Daftar Obat Covid-19 yang Direkomendasikan dan Obat untuk Pasien Isoman
Tidak sedikit pasien Covid-19 dengan gejala ringan maupun sedang, harus menjalani isolasi mandiri di rumah.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia membuat keterisian tempat tidur di rumah sakit jadi penuh.
Tidak sedikit pasien Covid-19 dengan gejala ringan maupun sedang, harus menjalani isolasi mandiri di rumah.
Umumnya, seperti gejala Covid-19, pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang, merasakan gejala demam, nyeri otot, sakit kepala hingga sesak nafas.
WHO, organisasi kesehatan dunia dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), sudah merekomendasikan sejumlah obat untuk pasien Covid-19 yang jalani isolasi mandiri di rumah.
Adapun obat yang sudah mendapat izin edar darurat antara terbagi dalam dua jenis zat aktif. Yakni Remdesivir dan Favipiravir.
"Obat yang sudah pendapatkan EUA sebagai obat Covid-19 baru dua, Remdesivir dan Favipiravir," ujar Penny K Lukito belum lama ini.
Obat yang sudah disetujui itu digunakan sesuai dengan protap dari orgaisasi profesi.
"kami dampingi untuk percepatan apabila membutuhkan data pemasukan atau data untuk distribusinya," kata Penny.
Sementara, dari dua zat aktif tersebut, ada 12 obat Covid-19 yang telah mendapatkan EUA BPOM, antara lain:
Kategori zat aktif atau bentuk persediaan Remdesivir:
- Remidia
- Cipremi
- Desrem
- Jubi-R
- Covifor
- Remdac
- Remeva, kategori zat aktif Remdesivir larutan konsentrat untuk infus
Pada zat aktif Remdesivir, indikasi pengobatan bagi pasien dewasa dan anak-anak yang dirawat di Rumah Sakit yang telah terkonfirmasi Covid-19 dengan tingkat keparahan berat.
Kategori zat aktif Favipiravir tablet salut selaput:
- Avigan
- Favipirapir
- Favikal
- Avifavir
- Covigon
Adapun obat bagi pasien Covid-19 yang jalani isolasi mandiri di rumah;
1. Alami gejala gejala demam, nyeri otot dan sakit kepala antara lain:
- Parasetamol
- Minta petunjuk tenaga kesehatan terkait dosisnya
Parasetamil bisa untuk mengurangi demam dan bisa dibeli di apotik dengan berbagai merek. Selain demam, parasetamol bisa mengurangi nyeri. Bentuk sediaan paracetamol pun beragam, mulai dari tablet, kapsul, hingga sirup.
Umumnya, dosis orang dewasa umumnya 1 atau 2 tablet 500 mg atau 1 tablet 650 mg, maksimal 4 kali dalam 24 jam. Jarak antardosis minimal empat jam.
Untuk usia di bawah 18 tahun atau berat badan di bawah 50 kg, tanyakan dosis maksimum kepada tenaga kesehatan
2. Jika kadar oksigen 90 persen lebih tapi di bawah 95 pesen
- Hubungi tenaga kesehatan atau minta perawatan rumah sakit - Tenaga kesehatan mungkin meresepkan steroid
- Ikuti instruksi dengan ketat. Jangan melakukan pengobatan sendiri.
3. Jika kadar oksigen Anda di bawah 90 persen, Anda mengalami gejala Covid-19 berat
Nah, jika kadar oksigen pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri atau perawatan di rumah sudah mencapai di bawah 90 persen angka saturasi oksigennya, maka segeralah hubungi penyedia pelayanan kesehatan atau minta segera dirawat di rumah sakit.
Dianjurkan juga untuk menggunakan oksigen dan minum steroid sesuai anjuran tenaga kesehatan jika tidak bisa segera dirawat di rumah sakit.
4. Infeksi sekunder
Terkadang, Covid-19 berat dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder dan infeksi jamur. Jika demikian, tenaga kesehatan dapat menyarankan antibiotik atau antijamur, ikuti instruksi tersebut dengan ketat. Ingat, jangan melakukan pengobatan sendiri.
Obat-obatan yang tertulis dan sudah direkomendasikan oleh BPOM dan WHO, meski ada yang bisa dibeli di apotik, namun tetap wajib mengikuti anjuran dan meminta petunjuk tenaga kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/obat-percobaan-covid-remdesivir.jpg)