Perawat Dipukul Keluarga Pasien

Nakes di Pameungpeuk Garut Dipukul Keluarga Pasien, Pelaku Sebut Karena Terlalu Lama Pakai APD

Kejadian tenaga kesehatan dipukul tersebut berawal dari orangtua pelaku yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI
Rekaman CCTV memperlihatkan seorang perawat yang memakai hazmat hendak menuntun pasien menuju ranjang pemeriksaan di Puskesmas Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Rabu (23/5/2021) malam. Pada kejadian tersebut, keluarga pasien memukul perawat karena dianggap lama menggunakan APD. 

Kejadian tenaga kesehatan dipukul tersebut berawal dari orangtua pelaku yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Karena isolasi mandiri tidak memadai di desa maka pasien dibawa ke UGD Puskesmas Pameungpeuk.

Ketika sampai di Puskesmas Pameungpeuk, pasien dan pelaku diminta untuk menunggu di luar puskesmas.

Sementara tenaga kesehatan yang akan menangani pasien terlebih dulu berganti pakaian menggunakan APD lengkap.

Petugas kesehatan terlebih dulu memakai baju hazmat sesuai SOP, kemudian masuklah pasien tersebut.

Kemudian pasien dibawa menuju tempat tidur oleh nakes tersebut dengan diantar seorang anaknya yang merupakan pelaku pemukulan tenaga kesehatan.

Setelah pasien terbaring di ranjang, pelaku langsung menghampiri nakes dan memukul ke arah wajah korban.

Pelaku sempat melayangkan dua pukulan dan kemudian aksinya itu dilerai oleh salah seorang nakes lainnya.

Pelaku memukul dengan alasan nakes terlalu lama memakai baju APD.

Pelaku sempat marah kepada korban lantaran korban memakai baju APD, pelaku mengira bahwa orangtuanya tidak terkonfirmasi Covid-19. Setelah melakukan pemukulan, pelaku langsung digiring keluar ruangan.

Saat ini Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut berada di zona merah, empat desa dari delapan desa di kecamatan tersebut berstatus zona merah.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved