Breaking News:

Perawat Dipukul Keluarga Pasien

Nakes di Pameungpeuk Garut Dipukul Keluarga Pasien, Pelaku Sebut Karena Terlalu Lama Pakai APD

Kejadian tenaga kesehatan dipukul tersebut berawal dari orangtua pelaku yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI
Rekaman CCTV memperlihatkan seorang perawat yang memakai hazmat hendak menuntun pasien menuju ranjang pemeriksaan di Puskesmas Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Rabu (23/5/2021) malam. Pada kejadian tersebut, keluarga pasien memukul perawat karena dianggap lama menggunakan APD. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyayangkan peristiwa pemukulan tenaga kesehatan oleh keluarga pasien Covid-19 di Puskesmas Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Uu Ruzhanul Ulum siap memediasi kedua pihak untuk bermusyawarah.

"Peristiwa pemukulan kepada tenaga kesehatan, kepada mereka yang sedang dinas ini, menurut kami tidak baik, apapun alasannya," kata Uu saat dihubungi, Kamis (24/6).

Ia berharap terbangun komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien, keluarganya, dan masyarakat, supaya mereka mengerti dan memahami apa yang jadi kebijakan pihak rumah sakit ataupun puskesmas dalam merawat pasien.

"Kemudian juga jangan ada arogansi di antara mereka, baik dari pihak tenaga kesehatan, dalam bicara dan dalam bertindak, jangan sok punya tanggung jawab, sok punya kewenangan."

"Sebaliknya, pihak masyarakat jangan arogan. Insan kesehatan ini kan sudah capek, sudah setahun lebih mengayomi masyarakat di tengah pandemi," katanya.

Masyarakat, katanya, harus mengerti bahwa tenaga kesehatan adalah manusia yang punya perasaan, punya pemikiran, dan siapa tahu sedang mengalami masalah.

Namun, tenaga kesehatan pasti selalu mengutamakan keselamatan pasien di atas segalanya, termasuk masalah pribadi.

"Oleh karena itu, kami minta saling memahami di antara mereka dan terbangun komunikasi yang sangat baik. Kami menyesalkan, di balik siapa yang salah dan apa masalahnya, ini tidak pas. Saya tidak menyalahkan siapapun karena saya tidak tahu penyebabnya apa, harapan kami tidak terulang," ujarnya.

"Insan kesehatan malah kena gendir dari masyarakat, apalagi sedang bertugas. Sebenarnya bisa saja diajukan ke meja hijau, tapi kami berharap tidak sampai ke situ, sudah saja lebih baik ada permohonan maaf, ada mediasi, saya pun siap mediasi mereka supaya tidak berlanjut sampai ke hal-hal yang menyangkut kepada tindakan pidana dan lainnya," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved