Kasus Melonjak, Waktu Rawat Inap Pasien Covid-19 Dikurangi, Bergantian dengan Pasien Bergejala Berat
Semua rumah sakit akan mengurangi durasi rawat inap untuk pasien-pasien yang terinfeksi Covid-19
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Semua rumah sakit akan mengurangi durasi rawat inap untuk pasien-pasien yang terinfeksi Covid-19. PeNgurangan durasi rawat inap terpaksa dilakukan menyusul terus melonjaknya kasus baru harian Covid-19 di hampir semua wilayah di Tanah Air, terutama di Pulau Jawa.
"Ini memberikan kesempatan pasien yang bergejala berat masuk rumah sakit," ujar Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), Lia Gardenia Partakusuma, dalam Temu Media PERSI yang digelar secara virtual, Minggu (20/6).
Namun, Lia tak menjelaskan kapan pasien-pasien yang terinfeksi Covid yang tengah dirawat inap itu bisa dipulangkan.
Baca juga: Sudah Ditemukan di Jabar, Ini Bahaya Varian Delta Virus Covid-19, Cepat Menyebar, Serang Usia Muda
Namun, tentu akan dilihat kondisimnya.
"Kalau memungkinkan untuk dirawat di rumah atau (gejalanya sudah) lebih ringan (pasien bisa dirawat di rumah)," ujarnya. "Kita berharap masyarakat dapat mengerti kenapa lama rawat kita perpendek."
Seiring melonjaknya kasus harian Covid-19 usai libur-Lebaran, tingkat keterisian di hampir rumah sakit di Tanah Air memang terus meningkat, tak terkecuali di Jawa Barat.
Di Jabar tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 bahkan sudah di atas angka 80 persen. Jumlah yang sudah jauh melebihi ketetapan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni maksimal 60-70 persen.
Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Naik, Kematian Karena virus Corona Melonjak, Capai 371 Orang Pada Minggu (20/6)
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengatakan telah menyiapkan 2.400 tempat tidur tambahan di 382 rumah sakit rujukan Covid-19 yang tersebar di Jabar.
Jika sebelumnya, rumah sakit hanya diharuskan menyiapkan 20 persen dari total jumlah tempat tidur yang mereka punya, kata Emil, kini ditambah menjadi 30 persen.
“Kalau masih kurang, dinaikkan lagi ke 40 persen. Sampai betul-betul tidak memungkinkan barulah masuk ke tahap berikutnya, yaitu membuat rumah sakit darurat,” kata Emil saat mengunjungi RSUD Al-Ihsan dan RSUD Oto Iskandar Di Nata di Kabupaten Bandung, Sabtu (19/6).
Rekrut Relawan
Tak hanya itu, Pemprov Jabar juga membuka rekrutmen Tim Relawan Medis Penanganan Covid-19. Rekrutmen dilakukan guna memperkuat SDM tenaga kesehatan di rumah sakit yang kini makin kewalahan karena menghadapi lonjakan kasus Covid-19.
Nantinya, relawan yang mendaftar akan ditempatkan di sejumlah rumah sakit pemerintah khususnya di Bandung Raya.
Baca juga: AWAS, Virus Delta Sudah Masuk Jabar, Terdeteksi di Karawang, Warga Diharapkan WFH Saja
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Juanita Paticia Fatima mengatakan setidaknya Jabar membutuhkan 400 relawan untuk diperbantukan.
“Kami membutuhkan lebih dari 400 relawan medis yang akan dialokasikan di berbagai rumah sakit di Jawa Barat, khususnya di Bandung Raya,” ujarnya melalui siaran digital, Minggu (20/6).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/proses-ijab-qabul-pasien-covid-19.jpg)