Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Ratusan Makam Covid-19 di Cikadut Dibongkar, Ternyata Tak Terpapar Virus Corona, Apa Kata Pemkot?

Mereka terpaksa dimakamkan dengan prosedur Covid-19 karena meninggal sebelum hasil swab PCR yang mereka jalani keluar.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Ery Chandra
Suasana di pintu gerbang TPU Cikadut, Sabtu (4/4/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lebih dari 700 jenazah yang dimakamkan dengan prosedur Covid-19 di Tempat Permakaman Umum atau TPU Cikadut, Kota Bandung, ternyata tak terpapar Covid-19.

Mereka terpaksa dimakamkan dengan prosedur Covid-19 karena meninggal sebelum hasil swab PCR yang mereka jalani keluar.

Akibatnya, sebanyak 196 makam akhirnya dibongkar kembali atas permintaan keluarga.

"Sebanyak 71 jenazah di antaranya dipindahkan ke luar Kota Bandung, sementara sisanya, sebanyak 125 jenazah dipindah ke permakaman keluarga atau TPU milik pemerintah yang tersebar di Kota Bandung," ujar Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari, kepada TribunJabar.id, Minggu (13/6).

Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Sudah 600 Jenazah Korban Covid-19 Dimakamkan
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Sudah 600 Jenazah Korban Covid-19 Dimakamkan (tribun jabar)

Sesuai aturan, semua pasien yang dirawat di rumah sakit, terutama yang memiliki gejala yang menjurus pada Covid-19, memang harus menjalani swab PCR untuk memastikan apakah pasien itu terpapar Covid-19 atau tidak.

Baca juga: VIRAL Cuitan Anji Manji Sebelum Ditangkap Karena Narkoba, Bandingkan Pemakai Narkoba dan Pembunuh

Sebelum hasil swab itu keluar, mereka ditangani dengan prosedur Covid-19.

Masalahnya, hasil swab PCR kerap baru keluar beberapa hari setelah swab PCR dilakukan.

Sehingga ketika pasien tersebut meninggal sebelum hasil swab PCR-nya keluar, pihak rumah sakit langsung memasukkannya sebagai pasien yang meninggal dengan indikasi terpapar Covid.

Inilah, yang menurut Bambang, yang membuat pasien-pasien yang meninggal itu langsung dibawa ke tempat permakaman khusus Covid di Cikadut.

"Karena hasil swabnya baru empat hari kemudian, pasien yang ternyata meninggal karena diabetes, jantung, dan penyebab lainnya juga dimakamkan dengan protokol Covid-19," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved