Breaking News:

Korupsi Banprov di Indramayu, Masa Tahanan 2 Mantan Anggota DPRD Jabar Diperpanjang Sampai 30 Hari

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, perpanjangan masa tahanan ini terhitung mulai 14 Juni 2021 sampai dengan 13 Juli 2021.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Seli Andina Miranti
Ilham Rian/Tribunnews.com
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2014-2019 dan 2019-2024 asal Partai Golkar, Ade Barkah Surahman (ABS); dan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014-2019, Siti Aisyah Tuti Handayani (STA). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Anggota DPRD Jabar Ade Barkah Surahman (ABS) dan Mantan Anggota DPRD Jabar Siti Aisyah Tuti Handayani (SATH) selama 30 hari kedepan.

Keduanya merupakan tersangka kasus Pengurusan Dana Bantuan Provinsi kepada Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017-2019.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, perpanjangan masa tahanan ini terhitung mulai 14 Juni 2021 sampai dengan 13 Juli 2021.

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana Hibah Pemprov Jabar, Buat Perjalanan Keluar Negeri? Ini Kata Ketua Kadin Jabar

Mereka ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih.

"Tim Penyidik memperpanjang masa penahanan Tsk ABS dan Tsk SATH di Rutan KPK Gedung Merah Putih untuk masing-masing selama 30 hari berdasarkan penetapan penahanan Ketua PN Bandung Kelas IA Khusus terhitung 14 Juni 2021 s/d 13 Juli 2021," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui keterangan tertulis, Senin (14/6/2021).

Ali Fikri menyampaikan, perpanjangan masa tahanan keduanya guna melengkapi pemberkasan tersangka.

Di antaranya yaitu dengan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi soal kasus ini.

Sebelumnya, Ali Fikri menyampaikan, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2014-2019 dan 2019-2024, Ade Barkah Surahman ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014-2019 Siti Aisyah Tuti Handayani.

Baca juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Aa Umbara dan Kawan-Kawan dalam Kasus Korupsi Bansos KBB

Mereka melakukan kasus dugaan suap terkait pengurusan dana bantuan provinsi kepada Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017-2019.

Dalam kasus ini, Ade Barkah Surahman diduga menerima Rp 750 juta dari seorang pihak swasta bernama Carsa ES, pihak swasta itu yang juga menyuap Mantan Bupati Indramayu, Supendi.

Sementara itu, Siti Aisyah Tuti Handayani diduga menerima uang Rp 1,05 miliar dari Abdul Rozak Muslim yang juga sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Uang Rp 1,05 miliar itu merupakan bagian dari Rp 9,2 miliar yang diterima Abdul Rozak Muslim dari Carsa ES.

Uang itu diberikan agar Ade Barkah Surahman dan Siti Aisyah Tuti Handayani bersama memperjuangkan proposal pengajuan dana bantuan keuangan provinsi Jawa Barat untuk kegiatan peningkatan jalan kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Indramayu.

Baca juga: Buntut Kasus Korupsi Aa Umbara, Penyidik KPK Akan Periksa Sejumlah ASN KBB Selama 3 Hari

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved