Breaking News:

KPK Perpanjang Masa Penahanan Aa Umbara dan Kawan-Kawan dalam Kasus Korupsi Bansos KBB

Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan penahanan para tersangka itu untuk kebutuhan mengumpulkan alat bukti dengan serta memanggil dan memeriksa saksi

Tribunnews.com
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (berompi oranye) saat di Gedung KPK. Dia diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang tanggap darurat Covid-19 pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat ( KBB ) tahun 2020.

Para tersangka dalam kasus ini yakni Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara Sutisna dan pihak swasta yakni M Totoh Gunawan dan Andri Wibawa.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan penahanan para tersangka itu untuk kebutuhan mengumpulkan alat bukti dengan serta memanggil dan memeriksa saksi-saksi.

"Tim Penyidik memperpanjang masa penahanan Tsk AUM (Aa Umbara Sutisna) dkk, masing-masing selama 30 hari," ujar Ali melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/6/2021).

Ia mengatakan perpanjangan masa penahanan bagi dua tersangka yakni Aa Umbara Sutisna dan Andri Wibawa dimulai sejak tanggal 8 Juni sampai 7 Juli 2021, sedangkan M Totoh Gunawan mulai 31 Mei sampai 29 Juni 2021.

Baca juga: Buntut Kasus Korupsi Aa Umbara, Penyidik KPK Akan Periksa Sejumlah ASN KBB Selama 3 Hari

"Perpanjangan penahanan berdasarkan penetapan penahanan pertama Ketua PN Jakarta Pusat," katanya.

Sebelumnya KPK memperpanjang masa penahanan Aa Umbara dan Andri Wibawa selama 40 hari terhitung sejak 29 April 2021 sampai 7 Juni 2021 di Rutan KPK Kavling C1.

Sementara itu, M Totoh Gunawan juga sebelumnya mengalami penambahan masa penahanan terhitung sejak 21 April 2021 sampai dengan 30 Mei 2021 di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Dalam kasus ini, KPK menduga Aa Umbara telah menerima uang ssekitar Rp 1 miliar. Sedangkan M Totoh diduga telah menerima keuntungan sekitar Rp 2 milliar dan Andri juga diduga menerima keuntungan sekitar Rp 2,7 miliar. 

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved