Breaking News:

Buntut Kasus Korupsi Aa Umbara, Penyidik KPK Akan Periksa Sejumlah ASN KBB Selama 3 Hari

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) memeriksa sejumlah aparatur sipil negara ( ASN ) selama tiga hari di Perkantoran Pemkab Bandung Barat.

Tribunnews.com
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (berompi oranye) saat di Gedung KPK. Dia diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) memeriksa sejumlah aparatur sipil negara ( ASN ) selama tiga hari di Perkantoran Pemkab Bandung Barat.

Pemeriksaan ini sudah dimulai sejak Rabu (9/6/2021). Dalam pemeriksaan hari pertama ini, dikabarkan ada 36 ASN dan swasta yang diperiksa di ruangan Lantai 2 Setda KBB.

"Tadi tim KPK datang pada pukul 10.00 WIB dan menurut rencana, ini (pemeriksaan) akan berlangsung selama tiga hari," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KBB, Agus Ganjar, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/6/2021).

Agus membenarkan pemeriksaan di Perkantoran Pemkab Bandung Barat tersebut terkait kasus korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Covid-19 pada Dinas Sosial KBB tahun 2020.

Hanya, kata Agus, pemeriksaan  di Perkantoran Pemkab Bandung Barat semata-mata KPK hanya peminjaman tempat.

Baca juga: KPK Kembali Datangi Kantor Pemda KBB Terkait Kasus Bansos Aa Umbara, Sejumlah ASN Diperiksa

"Hal ini berdasarkan surat permohonan penyidik dari KPK untuk peminjaman tempat," katanya.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan tersangka Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara lalu Andri Wibawa dan M Totoh Gunawan sebagai pihak swasta.

"Kami kedatangan tim penyidik dari KPK, (pemeriksaan) berkaitan dengan kasus Bansos 2020," ucap Agus.

Ia mengatakan, berdasarkan surat yang diterimanya, bahwa kegiatan tersebut untuk pemeriksaan sejumlah saksi yang berkaitan dengan kasus korupsi Bansos 2020.

Baca juga: Periksa Dua Saksi, KPK Telusuri Cara Aa Umbara Dapat Uang Pengadaan Barang Tanggap Darurat Covid-19

Hingga saat ini, Setda KBB belum mendapat informasi siapa saja yang diperiksa oleh penyidik Lembaga Antirasuah itu.

Begitupun saat disinggung Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan akan turut dilakukan pemeriksaan, Agus juga belum mendapat informasi.

"Sampai saat ini saya tidak mendapat informasi, karena hal itu sudah menjadi kewenangan KPK," katanya.

Dalam kasus ini Bupati Bandung Barat Nonaktif Aa Umbara diduga telah menerima uang sekitar Rp 1 miliar. 

M Totoh diduga telah menerima keuntungan sekitar Rp 2 miliar dan Andri Wibawa diduga menerima keuntungan sekitar Rp 2,7 miliar.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved