Breaking News:

Dugaan Korupsi Dana Hibah Pemprov Jabar, Buat Perjalanan Keluar Negeri? Ini Kata Ketua Kadin Jabar

Ketua Kadin Jabar mengaku sudah membuat rincian serta kronologis penggunaan dana hibah Provinsi Jawa Barat Rp. 1,7 Milyar

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Tantan Pria Sudjana mengaku sudah membuat rincian serta kronologis penggunaan dana hibah Provinsi Jawa Barat Rp. 1,7 Milyar.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Tantan Pria Sudjana mengaku sudah membuat rincian serta kronologis penggunaan dana hibah Provinsi Jawa Barat Rp. 1,7 Milyar. 

Dikatakan Tatan, dana hibah tahun anggaran 2019 itu digunakan pengurus Kadin untuk perjalanan ke tiga negara yakni Jepang, Taiwan dan Abu Dhabi pada Okober sampai Desember 2019. 

Pada tahun itu, kata Tatan, sebenarnya pengurus Kadin tidak hanya mengunjungi tiga negara itu saja, tapi ada tujuh negara lainnya yang didatangi bersama Pemerintah Jabar untuk mengenalkan produk unggulan Jawa Barat. 

Baca juga: UMKM Jadi Sektor Terdampak Pandemi Covid-19, Ini Strategi Kadin Jabar Bantu Selamatkan Pelaku UMKM

Menurut Tatan, tujuh negara lain yang dikunjungi pengurus Kadin semuanya menggunakan biaya sendiri atau tanpa anggaran dana hibah dari Provinsi. 

"Soal dana hibah, saya saja menghibahkan materi saya untuk membangun jejaring dan memasarkan produk unggulan Jawa Barat. Kami hibahkan materi dan waktu dari mulai ke Al Jazair, Abu Dhabi, Inggris, Swedia, Scontaldia dan Australia. Hasilnya ada dan semua dari A sampai Z dana sendiri, memang jelas mendatangkan potensi ekonomi Jawa Barat," ujar Tatan, saat ditemui di Jalan Sukabumi, Jumat (11/6/2021).

Menurutnya, laporan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) soal penyalah gunaan dana hibah dari Provinsi itu tidak rasional. Sebab, Ia pribadi dengan pengurus lainnya justru mengeluarkan anggaran pribadi untuk mengunjungi negara-negara lainnya. 

Baca juga: 10 Saksi Diperiksa Penyidik Kejari Bandung soal Dugaan Korupsi di Kadin Jabar

"Saya sudah sampaikan bagaimana tata kelola anggarannya, jadi tidak rasional kalau saya menyalahgunakan (dana hibah provinsi), justru kita membantu Provinsi Jawa Barat membangun idustri dan perdagangan," katanya. 

Selain itu, kata Tatan, dalam penggunaan anggarannya pun pihaknya selalu berkoordinasi dengan Inspektorat, agar realisasi penganggarannya sesuai dengan aturan.

"Sebelum menerima (dana hibah) saya diskusi terus dengan inspektorat," ucapnya. 

Tatan merasa yakin kepada aparat penegak hukum di Kejaksaan dapat bersikap professional dalam menangani perkaranya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved