Guru Honorer K2 Jadi Prioritas CPNS 2021, Pemangkasan Kuota P3K Terjadi Di Garut
Ia menyebut dari 4.380 formasi aparatur sipil negara ( ASN ) yang diajukan Pemkot Bandung, 3.474 di antaranya adalah tenaga guru dengan status P3K
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bandung, Adi J Mustafa, mengatakan guru honorer K2 menjadi prioritas dalam pendaftaran penerimaan calon pegawai negeri sipil ( CPNS ) tahun.
Ia menyebut dari 4.380 formasi aparatur sipil negara ( ASN ) yang diajukan Pemkot Bandung tahun ini, 3.474 di antaranya adalah tenaga guru dengan status P3K.
Untuk tenaga guru ini, ujarnya, tenaga guru honorer K2 yang akan mendapat prioritas. Jika semua guru honorer K2 sudah diakomodasi, tapi masih ada kuota, maka akan dibuka formasi untuk fresh graduate yang sudah mengikuti pendidikan profesi guru.
"Kami membuka lowongan bagi yang sudah berpengalaman, baik yang sedang mengajar, pernah mengajar atau memiliki sertifikat pendidikan mengajar," ujarnya di Balai Kota Bandung, Rabu (2/6/2021).
"Waktu pelaksanaannya diundur dua pekan dari jadwal semula 31 Mei 2021," ujar Adi J Mustafa.
Baca juga: Seleksi Penerimaan CPNS Diundur, Begini Tanggapan Forum Guru Honorer Jabar
Adi mengatakan, meski statusnya P3K, hak dan kewajibannya sama dengan PNS.
"Perbedaannya P3K tidak mendapatkan dana pensiun sementara PNS mendapatkan pensiun. Perbedaan lainnya, masa kerja P3K akan diperpanjang setiap habis masa berlaku. Setiap masa kerjanya hampir habis, kinerja mereka akan dievaluasi. Jika kinerjanya baik akan diperpanjang, jika sebaliknya akan diputus sesuai kebijakan wali kota, " ujar Adi.
Khusus untuk penerimaan guru, kata Adi, prosesnya akan dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
"Jadi Pemkot Bandung hanya memberikan support. Pelaksanaan oleh Kemendikbudristek," ujar Adi J Mustafa.
Cemas
Ketua Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Jabar, Rizki Safari Rakhmat, mengakui kebijakan pengunduran jadwal pendaftaran penerimaan CPNS dan P3K oleh pemerintah pusat memang sempat membuat para guru honorer terkejut.
Terlebih, sebagian di antaranya telah mempersiapkan berbagai kebutuhan berkas persyaratan untuk dapat mengejar cita-cita yang telah ditunggu sejak lama.
Sejauh ini, kata Rizki, para guru honorer belum menerima informasi lanjutan terkait kepastian jadwal pelaksanaan penerimaan CPNS dan P3K. Mereka khawatir pada akhirnya penerimaan CPNS dan P3K batal diselenggarakan tahun ini.
Baca juga: KABAR GEMBIRA buat Para Guru di Kabupaten Subang, Ada 3.000-an Kuota CPNS
"Proses seleksi P3K itu, kan, panjang. Ada tiga tahapan yang harus dilalui para guru honorer, yaitu tes tahap pertama yang seharusnya digelar Agustus, tahap dua, pada bulan September, dan tes tahap ketiga itu Oktober. Adanya kondisi ini tentu mengubah jadwal yang telah direncanakan, bahkan dikhawatirkan tes tidak dapat terselenggara tahun ini dan harus melintas ke tahun berikutnya. Inilah yang menjadi kecemasan dari para guru honorer," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (2/6/2021).
Rizki juga mengatakan telah menyampaikan aspirasi para guru honorer kepada para anggota legislatif di Komisi 2 dan Komisi 10 DPR terkait penetapan formasi kuota P3K guru yang turut mengalami perubahan.