Rabu, 20 Mei 2026

Jabar Siaga Satu Covid-19, Ridwan Kamil Peringatkan 3 Daerah, Kasus Tinggi Tingkat Kesembuhan Rendah

Contohnya pada 1 Mei 2021 tercatat ada 30.443 kasus aktif di Jabar, sedangkan pada 30 Mei 2021 tercatat 29.785 kasus aktif di Jabar.

Tayang:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19 

"Itu rata rata-satu minggu pengetesannya 100 pengetesan. Itu tolong, meningkatkan pengetesan seperti Bandung, Bekasi, Depok yang rata-rata 1.000 pengetesan," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Jawa Barat kembali berstatus Siaga Satu dalam memerangi penyebaran Covid-19.

Hal ini didasarkan pada sejumlah indikator penanganan Covid-19 di Jabar yang mengalami keterpurukan setelah masa libur Lebaran 2021.

"Jawa Barat sedang Siaga Satu. Pertama, karena terjadi kenaikan dalam BOR (bed occupancy rate atau keterisian rumah sakit). Biasanya turun satu persen, minggu ini naik delapan persen, dari 30,6 menjadi 38,2 persen kenaikan. Ukuran BOR ini kalau sampai 10 persen, itu ada lonjakan," kata Gubernur seusai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Markas Kodam III Siliwangi, Senin (31/5).

Gubernur mengatakan kenaikan angka keterisian ruang isolasi di rumah sakit ini adalah imbas dari libur panjang dan masa pelarangan mudik Lebaran yang mengalami kebocoran walau di angka satu persen.

Hal ini, katanya, harus menjadi pembelajaran bahwa apa yang diupayakan pemerintah adalah untuk menghindari kenaikan ini.

Sejumlah rumah sakit di Jawa Barat, katanya, sudah mencapai ambang batas aman, di antaranya RSUD Al Ihsan, RS Immanuel, dan RS Santosa, yang keterisiannya sudah mencapai 70 persen sampai 90 persen.

"Itu sudah saya koreksi, kalau sudah ada 70 persen, tolong segera mengalokasikan kamar yang untuk perawatan umum, jadi untuk penyakit Covid-19," katanya.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Daud Achmad, meminta masyarakat untuk tidak pernah kendor menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Bahkan, katanya, kewaspadaan terhadap penyebaran virus ini harus terus ditingkatkan seiring dengan semakin tingginya keterisian ruang isolasi pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit di Jawa Barat.

Pada pertengahan Mei 2021, tercatat angka keterisian ruang isolasi pasien Covid-19 di Jabar terus menurun sampai 28 persen.

Namun pada 30 Mei 2021, kata Daud, keterisiannya kembali meningkat sampai angka rata-rata 38 persen.

Sedangkan keterisian ICU menjadi di atas 50 persen kembali.

"Rumah sakit memang sudah bersiap-siap menambah kembali ruang ICU dan ruang perawatan pasien Covid-19. Itu sudah diperingatkan oleh pemerintah pusat sejak dulu, kalau kita harus bersiap dengan adanya potensi kenaikan angka Covid-19," kata Daud melalui ponsel, Minggu (30/5).

Daud mengatakan hal lain yang harus diwaspadai adalah peningkatan angka kematian akibat Covid-19 di Jawa Barat, dari awalnya 1,19 persen menjadi 1,34 persen.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved