Jabar Siaga Satu Covid-19, Ridwan Kamil Peringatkan 3 Daerah, Kasus Tinggi Tingkat Kesembuhan Rendah
Contohnya pada 1 Mei 2021 tercatat ada 30.443 kasus aktif di Jabar, sedangkan pada 30 Mei 2021 tercatat 29.785 kasus aktif di Jabar.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi peringatan kepada tiga kabupaten yang memiliki angka penambahan kasus Covid-19 yang selalu tinggi dan angka kesembuhan pasien Covid-19 terendah di Jawa Barat.
Tiga daerah tersebut adalah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Garut.
"Saya mengingatkan, ada tiga kabupaten yang kasusnya selalu tinggi dan kesembuhannya rendah, yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Garut."
"Saya mengingatkan tim di satgas di Cianjur, Bogor, dan Garut untuk memperhatikan kenapa kasusnya tinggi dan kesembuhannya rendah," katanya di Markas Kodam III Siliwangi, Senin (31/5).
Gubernur mempertanyakan penyebab peningkatan kasus Covid-19 yang selalu tinggi di tiga daerah ini, apakah penularannya kurang teranstisipasi atau obat untuk pasien Covid-19 yanh juga kurang maksimal sehingga sembuhnya lama.
"Karena yang lain kasus aktifnya 10 persen. Tapi Cianjur 49 persen, Bogor 47 persen, dan Kabupaten Garut 27 persen. Saya kira ini sangat tinggi sekali. Rabu saya perintahkan Pak Sekda dan jajaran untuk melakukan antisipasi dan koreksi," katanya.
Kemudian, katanya, ada daerah yang memiliki tingkat vaksinasi yang rendah, yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu.
Tiga daerah ini dinilai kurang maksimal memenuhi angka vaksinasi yang ditargetkan dan mengakibatkan rata-rata vaksinasi di Jabar ikut rendah.
"Kemudian, untuk lansia yang kita juga ditegur, terendahnya ada di Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Garut. Vaksinasi paling rendah sehingga mengakibatkan akumulasi vaksinasi lansia belum baik," katanya.
Rapor merah bagi daerah-daerah ini, katanya, diikuti oleh masyarakat yang mengalami penurunan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan.
Biasanya kedisiplinan di atas 80 persen, katanya, namun minggu ini di angka 72 persen.
"Jadi Bed Occupancy Rate-nya naik, kedisiplinan turun. Seiring dengan varian baru yang ada, tidak ada lain prokesnya harus disiplin. Warga jangan menyepelekan Covid-19 yang makin ganas, jangan sampai negara kehilangan kendali," katanya.
Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi, katanya, telah menyiapkan penguatan agar meningkatkan ekpsektasi kedisiplinan warga agar kembali di atas 80 persen.
"Kemudian tes PCR ada daerah yang rendah. Yang paling rendah adalah Kabupaten Pangandaran, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Sumedang."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19__.jpg)