Jumat, 17 April 2026

Miris, Bocah di Banyumas Meninggal Dunia, Diduga Akibat Kecanduan Gadget dan Game Online

Bocah 12 tahun di Banyumas meninggal dunia diduga akibat kecanduan gadget dan bermain game online.

Editor: Yongky Yulius
Kolase (Istimewa dan TribunJabar.id/Seli Andina)
Bocah 12 tahun di Banyumas meninggal dunia diduga akibat kecanduan gadget dan bermain game online. 

TRIBUNJABAR.ID, BANYUMAS - Bocah 12 tahun di Banyumas meninggal dunia diduga akibat kecanduan gadget dan bermain game online.

"Saya sempat menjenguk di rumahnya. Kalau keterangan dari ibunya, siang malam putrinya itu memang tidak lepas dari handphone. Gitu saja keterangannya," ujar S, Kepala Desa tempat anak itu berasal yang tidak ingin disebutkan nama desanya, kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (26/5/2021).

Ia membenarkan jika memang ada anak di desanya yang meninggal setelah sebelumnya dirawat di RSUD Banyumas.

Berdasarkan keterangan keluarganya, anak itu sempat dirawat 3 hari di RSUD Banyumas.

Kronologi bermula pada beberapa hari sebelum lebaran anak itu merasakan tidak enak badan.

Selanjutnya oleh keluarganya dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: Reza Artamevia Ternyata Dicekoki Sabu-sabu Gratis oleh Gatot Brajamusti sampai Akhirnya Kecanduan

Pihak rumah sakit menyampaikan jika anak itu terkena gangguan syaraf.

"Apakah itu karena terlalu sering bermain game online apa bukan, tidak tahu persis," imbuhnya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banyumas, dr Rudi Kristiyanto, membenarkan pihaknya sempat merawat anak tersebut.

Anak itu sempat menjalani perawatan pada 16-17 Mei 2021.

"Dari hasil pemeriksaan, didiagnosis mengalami gangguan mental organik (GMO) dan encephalitis," ucap dr Rudi.

Hal itu berdasarkan rapat bersama antara dokter spesialis jiwa dengan dokter spesialis anak.

Pasien itu diprogram jalani CT scan, karena ada gangguan mental organik dan encephalitis.

Namun, pihak keluarga pasien tidak bersedia menjalani CT scan dan minta dibawa pulang.

Baca juga: Sudah 14 Anak di Jabar yang Alami Gangguan Kejiwaan Karena Kecanduan Hape, Data Januari dan Februari

"Meninggalnya di rumah, karena pihak keluarga menolak tindakan untuk penegakan diagnosis," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved